Kota Lod Darurat, Polisi Israel Tangkap 15 Terduga Perusuh

CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 16:04 WIB
Lima belas orang ditangkap atas dugaan terlibat kekerasan di pusat kota Lod, Israel. Kepolisian juga menyita senjata, bom molotov dan kembang api. IIustrasi penangkapan. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Israel menangkap 15 orang yang diduga terlibat dalam kekerasan di pusat kota Lod pada Sabtu (15/5). Mereka juga menyita senjata, bom molotov, dan kembang api.

Saat ini bentrokan antara kelompok Arab dan Yahudi di Yerusalem serta kota-kota lainnya di seluruh Israel menambah babak baru konflik yang tak terlihat dalam lebih dari dua dekade. Bentrokan ini juga menewaskan satu warga Israel keturunan Arab pada Selasa lalu.

Pada Rabu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kemudian menyatakan Lod, kota berlokasi 15 km di tenggara Tel Aviv, dalam kondisi darurat, seperti diberitakan AP.


Seperti dilansir AFP, Netanyahu langsung mengunjungi kota yang berada di pinggiran pusat ekonomi Tel Aviv tersebut untuk menenangkan masyarakat setempat.

Kota dengan penduduk 77 ribu orang, termasuk 47 ribu keturunan Yahudi Israel dan 23 ribu keturunan Arab Israel, telah menjadi tempat bentrokan kekerasan sejak Senin (10/5).

Polisi mengatakan situasi memanas di seluruh Yerusalem Timur, termasuk kota Arab Israel lainnya. 

"Kerusuhan dengan skala luas yang membahayakan masyarakat terjadi karena beberapa warga Arab. Kendaraan dibakar dan properti rusak," kata polisi dalam sebuah pernyataan pada Selasa lalu.

Pemerintah telah mengerahkan bala bantuan setelah tiga sinagog, tempat ibadah orang Yahudi, dan beberapa lokasi bisnis di Lod dibakar.

"16 peleton polisi perbatasan telah dikerahkan di daerah-daerah untuk menangani hal tersebut," tutur polisi.

Kekerasan juga terjadi di daerah Arab Israel lainnya, termasuk Acre, Wadi Ara, dan Jisr A-Zarqa. Delapan orang ditangkap akibat hal tersebut.

Pada Kamis (14/5), Netanyahu mengatakan pemerintah dan aparat akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menghentikan kekerasan di kota-kota Israel.

"Bagi kami ini adalah terorisme. Kami telah menerima persetujuan dan memberikan dukungan penuh di tingkat politik dan hukum untuk melindungi hidup warga Israel. Kami akan melakukan apapun untuk memulihkan perdamaian di kota-kota Israel," kata Netanyahu.

(chri/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK