Mayoritas Warga Jepang Menganggap Besarkan Anak Sulit

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 18:17 WIB
Hasil survei yang digelar pemerintah Jepang menyatakan bahwa masyarakatnya menganggap membesarkan anak di negara itu sulit. Ilustrasi WN Jepang. (AFP/PHILIP FONG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei yang digelar pemerintah Jepang menyatakan bahwa masyarakatnya menganggap membesarkan anak di negara itu sulit.

Melansir Japan Times, Sabtu (15/5), sebanyak 61,1 persen dari total 2.500 responden memilih opini tersebut, sementara itu, 38,3 persen dari responden yang berusia 20-49 tahun mengatakan bahwa mengasuh anak di Jepang mudah.

Responden yang mengatakan membesarkan anak mudah terdorong faktor bahwa mereka merasa aman berada di komunitas atau lingkungan.


Hasil survei tersebut berbanding terbalik dengan survei serupa di sejumlah negara maju. Mayoritas responden di Swedia, Prancis, dan Jerman mengatakan bahwa membesarkan anak di negara-negara itu mudah.

Angkanya mencapai 97,1 persen di Swedia, 82,0 persen di Prancis dan 77,0 persen di Jerman, dari total 1.000 responden di setiap negara.

Alasan responden di Prancis dan Jerman merujuk pada layanan medis yang memuaskan, mulai dari proses kehamilan hingga persalinan. Selain itu, mereka menyatakan pemerintah memberikan dukungan perawatan anak yang berarti.

Sementara itu, mayoritas responden di Swedia menganggap membesarkan anak mudah karena terpicu pengurangan biaya pendidikan. Di Jepang, responden yang memilih alasan tersebut lebih rendah.

Survei itu digelar pada Oktober 2020 dan Januari 2021 lalu. Rencananya, pemerintah Jepang akan menyebutkan hasil survei dalam buku putih tahunan.

Langkah itu diambil pemerintah Jepang untuk mengambil tindakan terhadap penurunan angka kelahiran.

Jepang sendiri saat ini menghadapi krisis angka kelahiran yang semakin merosot. Pada 2021 ini diproyeksikan hanya ada total 750 ribu kelahiran dan pernikahan. Angka ini sebelumnya diproyeksikan akan terjadi pada 2039, namun terjadi lebih cepat karena pandemi.

Perempuan di Jepang mengaku cemas hamil di masa pandemi karena harus pergi ke rumah sakit untuk melahirkan, khawatir dengan perencanaan keuangan, dan tidak bisa pulang ke kampung halaman untuk melahirkan serta membesarkan anak.

(ulf/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK