Taiwan Kekurangan Vaksin Corona Saat Infeksi Lokal Melonjak

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 20:55 WIB
Pasokan vaksin corona Taiwan dikabarkan terus menipis ketika penularan lokal Covid-19 terus melonjak Ilustrasi vaksin corona. (iStockphoto/FilippoBacci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasokan vaksin corona Taiwan dikabarkan terus menipis ketika penularan Covid-19 infeksi lokal terus melonjak selama beberapa pekan terakhir.

Selama sepekan terakhir, Taipei mencatat lebih dari 700 kasus infeksi baru corona. Angka itu menjadikan total infeksi Covid-19 di Taiwan sejauh ini mencapai 2.017 kasus dengan 12 kematian.

Taiwan bahkan sempat menerapkan sejumlah pembatasan masuk bagi pekerja migran asing, termasuk dari Indonesia.


Taiwan sejauh ini baru menerima 300 ribu dosis dari total 20 juta dosis vaksin yang dipesan. Seluruh 300 ribu dosis vaksin itu merupakan vaksin AstraZeneca.

Sampai sekarang, pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen baru melakukan imunisasi terhadap 1 persen dari 23 juta warganya.

Akibat pasokan vaksin yang terus menipis, pejabat kesehatan Taiwan menghentikan imunisasi terhadap warga non-prioritas dan fokus melakukan vaksinasi untuk warga lansia dan petugas medis.

Duta Besar Taiwan untuk Amerika Serikat, Hsiao Bi-khin, mengaku telah mendesak manufaktur vaksin Moderna untuk memastikan pengiriman pasokan vaksin tepat waktu sebelum akhir Juni.

"Harapan warga kami terhadap vaksin cukup mendesak," kata Hsiao seperti dikutip Reuters pada Senin (17/4).

Pada pekan lalu, Presiden Tsai mengatakan pasokan vaksin baru akan datang lagi mulai Juni mendatang. Namun, ia tidak memberikan detail terkait hal tersebut.
Menteri Kesehatan Taiwan, Chen Shih-chung, juga memaparkan "tidak ada perkembangan baru" terkait kedatangan vaksin corona.

Sementara itu, seorang pejabat pemerintah Taiwan yang enggan dikutip identitasnya menuturkan bahwa pasokan vaksin adalah masalah "yang sensitif dan rahasia" sehingga sedikit sekali perkembangan yang diterima publik.

China sebetulnya telah menjual dan membagikan jutaan vaksin corona buatannya ke seluruh dunia. Beijing juga telah menawarkan vaksinnya ke Taiwan melalui skema aliansi pengadaan vaksin global COVAX.

Namun, hukum Taiwan tidak mengizinkan penggunaan vaksin corona buatan China.

Salah seorang pejabat keamanan Taiwan mengatakan Taipei khawatir China menggunakan momen pandemi dan vaksin ini sebagai alat untuk memicu kekacauan dan merusak kepercayaan publik terhadap penanganan pemerintah.

Sebab, Taiwan dan China masih berada di ambang konflik. China terus menggencarkan tekanan terhadap Taiwan yang dianggapnya sebagai wilayah pembangkang karena ingin memerdekakan diri.

"Pesan-pesan yang mengkritik pemerintah Taiwan sedang beredar di media sosial," kata pejabat itu.

"Mereka mencoba menyoroti kemanjuran vaksin China dan bagaimana pemerintah secara membabi buta menaruh harapannya pada vaksin dari Amerika Serikat dan vaksin buatan sendiri, menelantarkan kehidupan warganya dalam kesulitan," kata pejabat itu menambahkan.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK