Pasien Covid di India Dirawat di Bawah Pohon

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 14:16 WIB
Desa di India terpaksa merawat pasien Covid-19 di bawah pohon karena kurangnya fasilitas medis. Mereka percaya pohon dapat memberi oksigen tambahan. Pasien Covid-19 di India dirawat di bawah pohon. (REUTERS/DANISH SIDDIQUI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Desa di India terpaksa merawat pasien Covid-19 di bawah pohon karena kurangnya fasilitas medis. Mereka percaya pohon dapat memberi oksigen tambahan.

Di sebuah desa di utara India, terlihat warga yang terinfeksi berbaring di ranjang dekat pohon dengan tetesan glukosa tergantung di dahan, sapi merumput di mana-mana, sementara jarum suntik bekas dan obat kosong berserakan di tanah.

"Ketika orang sesak napas, mereka harus pergi ke bawah pohon untuk meningkatkan kadar oksigen mereka," kata salah satu penduduk, Sanjay Singh, mengutip Reuters (17/5).


Ayah Singh meninggal beberapa hari lalu setelah terserang demam. Ia mengatakan sang ayah tak dites, lalu meninggal dalam dua hari.

"Orang-orang sekarat dan tidak ada yang menjaga kami," katanya.

Di desa Mewla Gopal Garh, negara bagian Uttar Pradesh, tidak ada dokter atau fasilitas kesehatan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di dekat wilayah itu dilaporkan penuh. Mereka tak lagi memiliki ketersediaan tempat tidur bagi pasien. Meski ada pula klinik swasta, namun biaya pengobatan bagi warga desa tergolong mahal.

Sementara itu, praktisi pengobatan alternatif desa telah mendirikan klinik terbuka. Tempat itu menjadi pusat distribusi glukosa dan pengobatan lain kepada pasien dengan gejala Covid-19.

Beberapa orang percaya, berbaring di bawah pohon neem akan meningkatkan kadar oksigen mereka. Sejauh ini tak ada dasar ilmiah untuk meyakini metode tersebut atau solusi lain yang ditawarkan.

Orang-orang di desa itu telah berusaha sebaik mungkin. Bahkan suatu kali, ada seorang perempuan yang meminjam tabung oksigen dari tetangganya dengan kondisi yang masih layak.

"Sebenarnya, belum ada tes Covid-19. Kami telah mencoba tetapi mereka mengatakan kepada kami bahwa mereka tidak memiliki cukup staf," kata mantan kepala desa, Yogesh Talan.

Gelombang kedua pandemi virus corona telah meluluh-lantakkan India. Sejumlah rumah sakit di kota-kota besar kewalahan menghadapi ledakan pasien.

Sementara di pedesaan, perawatan kesehatan sulit dijangkau dan fasilitas kesehatan sangat minim.

Perdana Menteri India Narendra Modi panen kritik lantaran dianggap gagal mempersiapkan gelombang kedua itu.

Pekan lalu, dalam pidatonya ia menyampaikan bahwa virus corona menyebar begitu cepat ke desa-desa. Modi lantas mendesak orang-orang untuk tak mengabaikan protokol kesehatan.

"Lakukan tes, isolasi diri Anda dan mulai pengobatan tepat waktu," katanya.

Hingga kini menurut data John Hopkins University, jumlah kasus Covid di India mencapai 25 juta kasus dengan 274 ribu kematian. Akumulasi angka itu membuat negara pimpinan Modi itu berada di urutan kedua dengan kasus tertinggi, setelah Amerika Serikat.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK