Pedemo Luka Akibat Gas Air Mata dan Bom Asap Tentara Israel

CNN Indonesia | Rabu, 19/05/2021 01:05 WIB
Sebanyak 5 pedemo yang menentang serangan di Gaza terluka akibat gas air mata dan bom asap tentara Israel. Aksi protes digelar di perbatasan Libanon-Israel. Ilustrasi. Tentara Israel dilengkapi tank di Perbatasan Gaza. (AP/Maya Alleruzzo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak lima orang pengunjuk rasa yang menggelar aksi protes di perbatasan Libanon-Israel terluka akibat gas air mata dan bom asap yang ditembakkan tentara Israel.

Laporan tersebut diungkap media pemerintah Libanon National News Agency (NNA). Aksi pengunjuk rasa Libanon tersebut menentang serangan udara Israel di Jalur Gaza.


"Sejumlah pengunjuk rasa memanjat pagar beton perbatasan, mengibarkan bendera dan spanduk Hizbullah dan melempar batu," tulis NNA seperti dikutip AFP, Selasa (18/5).

Tembakan gas air mata dan bom asap pasukan militer Israel mengakibatkan lima orang pedemo terluka. Kendati begitu NNA tidak merinci apakah korban luka merupakan warga Libanon ataukah pengungsi Palestina.

Sejak pekan lalu, rangkaian protes di sepanjang perbatasan Libanon digelar menyusul serangan udara Israel ke Gaza--kawasan kantong Palestina yang padat penduduk.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 213 warga Palestina tewas akibat serangan udara tersebut. Sementara 12 orang tewas dari pihak Israel akibat ribuan roket yang ditembakkan kelompok militan.

Sebelumnya pada Jumat pekan lalu, seorang demonstran Libanon tewas karena tembakan tentara Israel setelah mencoba melintasi pagar perbatasan ke bagian utara Israel.

Sementara pada Senin, tentara Israel menyatakan telah meluncurkan tembakan artileri ke Libanon sebagai respons atas roket yang dikirim ke negaranya.

Tentara Libanon pada Selasa mengatakan bahwa 10 peluru dan tujuh bom telah ditembakkan Israel ke Libanon Selatan sebagai tanggapan atas serangan roket--yang belum jelas dari kelompok mana.

Di bagian selatan Libanon sendiri terdapat markas Hizbullah--kelompok yang sempat berperang dengan Israel pada 2006 silam.

Namun begitu Hizbullah yang merupakan musuh bebuyutan Israel belum memberikan respons atas serangan tersebut. Tapi sumber yang dekat dengan gerakan Syiah yang didukung Iran tersebut menyangkal serangan tersebut ada kaitannya dengan Hizbullah.

(AFP/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK