Badan PBB Tuduh Jumlah Uranium Iran Lampaui Kesepakatan

CNN Indonesia | Selasa, 01/06/2021 03:36 WIB
IAEA menuduh persediaan uranium Iran 16 kali lipat diatas batas yang ditetapkan dalam kesepakatan 2015. IAEA menuduh persediaan uranium Iran 16 kali lipat diatas batas yang ditetapkan dalam kesepakatan 2015. Ilustrasi. (HAMED MALEKPOUR / FARS NEWS AGENCY / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam sebuah laporan pada Senin (31/5) menyebut persediaan uranium yang diperkaya Iran mencapai 3.241 kilogram atau 7.145 pon. Itu sekitar 16 kali lipat dari batas yang ditetapkan dalam kesepakatan 2015.

Laporan yang dikeluarkan oleh IAEA itu merupakan yang paling substantif sejak Iran menangguhkan beberapa inspeksi nuklir pada Februari.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/6) mengatakan temuan itu meningkatkan kekhawatiran terutama terkait diskusi teknis nuklir antara lembaganya dengan Iran. Pasalnya, Iran sampai dengan saat ini belum mengklarifikasi pertanyaan soal soal aktivitas pengembangan nuklir  mereka.


Iran dan kekuatan dunia sekarang ini terlibat dalam pembicaraan di Wina untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015.

Pembicaraan itu pada 2018 lalu sempat ditinggalkan oleh mantan presiden AS Donald Trump.

Namun, di era Joe Biden, AS telah mengisyaratkan kesediaannya untuk menghidupkan kembali rencana tersebut. Agar pembicaraan bisa dilakukan lagi, Teheran harus berkomitmen kembali untuk mematuhi kewajiban nuklir yang secara bertahap ditarik sejak 2019.

(AFP/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK