Kepala Gereja Katolik Jerman Mundur usai Marak Pelecehan Seks

CNN Indonesia | Jumat, 04/06/2021 18:28 WIB
Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri karena mengaku turut bertanggung jawab atas 'bencana pelecehan seksual' di gereja. Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri karena mengaku turut bertanggung jawab atas 'bencana pelecehan seksual' di gereja. (AFP/Vincenzo Pinto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Gereja Katolik di Jerman, Reinhard Marx, mengajukan pengunduran diri dari jabatan Uskup Agung Munich karena mengaku turut bertanggung jawab atas "bencana pelecehan seksual" oleh para petinggi gereja.

"Intinya, penting bagi saya untuk berbagi tanggung jawab atas bencana pelecehan seksual oleh pejabat gereja selama satu dekade belakangan," kata Marx dalam suratnya kepada Paus Fransiskus yang dikutip CNN, Jumat (4/6).

Surat itu berlanjut, "Penyelidikan dan laporan selama sepuluh tahun belakangan memperlihatkan ada banyak kesalahan tak hanya personal dan administratif, tapi juga sistemis."


Hingga saat ini, Paus Fransiskus belum memberikan tanggapan terhadap surat Marx ini. Keuskupan Agung Munich pun menyatakan bahwa Marx masih akan tetap menjabat selama menunggu respons Paus.

Menurut Keuskupan Agung Munich, Marx memang sudah menyatakan keinginan untuk mengundurkan diri dalam beberapa bulan belakangan. Marx mengaku merasa turut bertanggung jawab karena bungkam selama isu pelecehan seksual berkembang.

"Saya rasa dengan terus bungkam, tak bertindak, dan terlalu fokus pada reputasi Gereja, saya juga bersalah dan harus bertanggung jawab," ucap Marx.

Marx mengajukan pengunduran diri ini di tengah peningkatan kecaman atas dugaan pelecehan seksual oleh para pejabat gereja.

Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Paus sampai mengirimkan dua uskup untuk menyelidiki dugaan pengabaian kasus-kasus itu.

[Gambas:Video CNN]

Kasus ini mulai menjadi perhatian sejak 2018. Saat itu, sejumlah media lokal melaporkan setidaknya ada 3.677 kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh pastor dalam periode 1946 hingga 2014.

Berdasarkan laporan itu, korban pelecehan seksual itu kebanyakan anak laki-laki, sekitar setengah di antaranya masih berusia 13 tahun ke bawah. Dari keseluruhan kasus tersebut, 1.670 di antaranya melibatkan pastor.

Dalam pertemuan di Vatican pada Februari 2019 lalu, Marx mengakui bahwa dokumen-dokumen yang membuktikan pelecehan seksual oleh pastor itu memang ada dan sudah dihancurkan.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK