KILAS INTERNASIONAL

Junta Myanmar Janjikan Pemilu hingga Trump Respons Facebook

CNN Indonesia | Senin, 07/06/2021 09:25 WIB
Pemimpin junta militer janjikan pemilu Myanmar hingga Trump merespons Facebook yang memblokir akunnya, ramaikan berita internasional akhir pekan kemarin. Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. (AFP/LYNN BO BO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada akhir pekan kemarin. Mulai dari pemimpin junta militer janjikan pemilu Myanmar hingga Trump merespons Facebook yang memblokir akunnya selama 2 tahun.

1. Bertemu Utusan ASEAN, Pemimpin Junta Janjikan Pemilu Myanmar

Pemimpin junta militer, Min Aung Hlaing, bertemu dengan utusan ASEAN dan berjanji akan mengizinkan pemilihan umum (pemilu) ulang Myanmar jika situasi sudah kondusif.


"Pemilu ulang akan dilakukan ketika situasi sudah kembali normal," kata Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

Min Aung Hlaing menyampaikan pernyataan itu saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi, dan Erywan Pehin Yusof, menteri kedua Brunei untuk urusan luar negeri, Kamis (3/6) malam.

Namun, Aung Hlaing tak menjabarkan detail janji pemilu tersebut. Sebelumnya, junta hanya pernah menyatakan akan menggelar pemilu dalam dua tahun.

2. Honduras Buka Kedubes untuk Israel di Yerusalem Bulan Ini

Honduras akan membuka kedutaan besarnya untuk Israel di Yerusalem pada bulan ini, mengakhiri sikap netral mereka terkait konflik negara Zionis itu dengan Palestina.

"Kami akan meresmikan apa yang sudah kami sepakati secara bertahap, salah satunya dengan pembangunan kedutaan besar kami di Yerusalem," ujar Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez, seperti dikutip AFP, Kamis (3/6).

Sebagai bukti penguatan hubungan kedua negara, Israel juga akan membuka kedutaan besarnya untuk Honduras di Tegucigalpa.

Namun, belum ada tanggal pasti untuk pembukaan kedua kantor kedutaan besar tersebut.

3. Respons Trump Usai Akun Diblokir Facebook 2 Tahun

Mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons kebijakan Facebook memblokir akunnya selama 2 tahun. Menurutnya, kebijakan itu adalah penghinaan kepada pemilihnya, terutama di tengah rencananya kembali ke Gedung Putih.

"Putusan Facebook adalah penghinaan terhadap 75 juta orang yang memecahkan rekor, ditambah banyak lainnya, yang memilih kami dalam pemilihan presiden yang dicurangi 2020. Mereka seharusnya tidak dibiarkan lolos dari penyensoran dan pembungkaman ini, dan pada akhirnya, kita akan menang. Negara kita tidak dapat menerima pelecehan ini lagi!," kata Trump seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/6).

Trump bertekad, kalau berkuasa lagi menjadi presiden AS, dia tidak akan tinggal diam dengan perlakuan Facebook.

"Lain kali saya di Gedung Putih, tidak akan ada makan malam lagi, atas permintaannya, dengan Mark Zuckerberg dan istrinya. Semuanya akan menjadi bisnis," kata Trump tentang kepala eksekutif Facebook.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK