Israel Gempur Suriah lewat Udara, 8 Pasukan Pemerintah Tewas

CNN Indonesia | Rabu, 09/06/2021 13:19 WIB
Setidaknya delapan pasukan rezim Suriah dilaporkan tewas akibat gempuran serangan udara Israel di sejumlah daerah. Ilustrasi serangan udara. (AFP PHOTO / ARIS MESSINIS(
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya delapan pasukan rezim Suriah dilaporkan tewas akibat gempuran serangan udara Israel di sejumlah daerah seperti Provinsi Homs, Hama, Latakia, hingga Ibu Kota Damaskus, Selasa (8/6) malam.

Direktur kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdul Rahman, mengatakan lima tentara dan tiga personel sekutu terbunuh dalam serangan Israel yang terjadi sebelum tengah malam tersebut.

Observatorium itu mengatakan serangan udara menargetkan daerah dekat dengan bandara internasional Damaskus, serta batalyon angkatan udara Suriah di Dumayr yang terletak 50 kilometer dari ibu kota Damaskus.


Kelompok berbasis di Inggris itu juga menuturkan "sejumlah ledakan keras terdengar di Damaskus dan kota sekelilingnya."

"Serangan udara juga terjadi di selatan Provinsi Homs, sementara ledakan terdengar di utara Provinsi Hama dan barat laut Latakia," bunyi laporan observatorium itu seperti dikutip AFP.

Secara terpisah, kantor berita Suriah, Sana, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara negara itu telah disiagakan demi menghadapi "agresi Israel".

Sana melaporkan sejumlah pesawat militer Israel muncul di wilayah Suriah dari kawasan Libanon.

Meski begitu, kantor berita Sana tak menjelaskan secara detail apakah insiden itu menyebabkan kerusakan dan korban.

Jika serangan terkonfirmasi, ini merupakan agresi militer pertama negara tersebut ke Suriah sejak peperangan antara Israel dan kelompok Palestina, Hamas, terjadi pada awal Mei lalu.

Namun, sejak perang sipil Suriah berkecamuk pada 2011, Israel terus melancarkan ratusan serangan udara ke wilayah negara itu demi menargetkan pasukan Iran dan kelompok Hizbullah yang mendukung pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Israel menegaskan serangan ke Suriah itu dilakukan agar negara tersebut tidak dikuasai pengaruh Iran, musuh bebuyutannya.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK