Junta Minta Dokter Internasional Setop Kegiatan di Myanmar

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 10:05 WIB
Junta militer memerintahkan relawan dokter internasional dari Dokter Lintas Batas (MSF) untuk menghentikan aktivitas mereka di selatan Myanmar. Junta militer memerintahkan relawan dokter internasional dari Dokter Lintas Batas (MSF) untuk menghentikan aktivitas mereka di selatan Myanmar. (AFP/Munir Uz Zaman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Junta militer memerintahkan relawan dokter internasional dari Dokter Lintas Batas (MSF) untuk menghentikan aktivitas mereka di selatan Myanmar.

Pihak MSF mengatakan kepada AFP bahwa mereka sudah menerima surat dari pihak berwenang "yang meminta kami untuk menghentikan semua aktivitas" di tenggara Dawei.

Berdasarkan keterangan MSF, pihaknya menjalankan program penanganan HIV di Dawei selama lebih dari dua dekade belakangan. Mereka pun menyayangkan keputusan junta ini.


"Menghentikan seluruh aktivitas MSF dapat mengancam nyawa banyak pasien kami saat layanan publik masih terganggu," demikian pernyataan MSF.

MSF kemudian menjelaskan bahwa saat ini, rumah sakit di Myanmar masih tutup karena banyak dokter ikut serta dalam gerakan mogok sebagai protes atas kudeta militer pada Februari lalu.

Mereka pun menghubungi pihak berwenang untuk "memahami" maksud keputusan yang akan berdampak pada 2.162 warga pengidap HIV di daerah tersebut.

MSF juga memperingatkan bahaya penularan TBC. Mereka mengambil alih tugas dokter Myanmar dalam program TBC nasional setelah kudeta lalu.

[Gambas:Video CNN]

Para dokter yang tergabung dalam misi MSF di Myanmar pun mendesak junta militer untuk mencabut keputusan tersebut.

Sementara itu, Palang Merah juga menggenjot pemenuhan kebutuhan bantuan kemanusiaan bagi 236 ribu orang di Myanmar.

Palang Merah mengumumkan keputusan itu setelah sang presiden lembaga, Peter Maurer, bertemu dengan pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, dan meminta pihak berwenang mengizinkan bantuan masuk.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK