Kantor Media Hong Kong Digerebek Polisi, Pemred Ditahan

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 12:07 WIB
Lima eksekutif surat kabar Apple Daily, termasuk Pemred, dan aset senilai sekitar Rp33,3 miliar grup media itu dibekukan pascapenyerbuan polisi Hong Kong. Surat kabar Hong Kong, Apple Daily. (AFP/ISAAC LAWRENCE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Hong Kong melakukan penyerbuan ke kantor surat kabar Apple Daily, Kamis (17/6) pagi.

Terkait penggerebekan tersebut Pemimpin Redaksi Apple Daily, Ryan Law, dan sejumlah eksekutif perusahaan media tersebut dibawa polisi. Selain itu aset grup media Apple Daily dengan nilai total sekitar HK$18 million (sekitar Rp33,3 miliar) dibekukan aparat.

Pihak kepolisian mengonfirmasi ada lima direktur atau eksekutif Apple Daily yang ditahan dalam penggerebekan tersebut. Namun, mereka tak memaparkan rinci identitas para eksekutif yang dibawa itu.


Dari pihak Apple Daily memaparkan mereka yang dibawa polisi adalah Ryan Law selaku Pemimpin Redaksi, CEO Cheung Kim-hung, COO Chow Tat-kuen, Wakil Pemred Chan Puiman, dan Kepala Eksekutif Direktor Cheung Chi-wai.

Seperti dilansir Reuters, penggerebekan kantor media itu adalah yang pertama kali setelah terbitnya hukum keamanan nasional yang baru--yang telah mengancam kebebasan pers.

Salah satu dari berlakunya hukum yang baru tersebut, aparat bisa membawa surat perintah untuk menyita materi jurnalistik. Selain itu, inilah kali pertama polisi Hong Kong menyebut artikel media diduga telah melanggar undang-undang keamanan nasional.

Penyerbuan kantor media yang dimiliki taipan progerakan demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, itu melibatkan setidaknya 500 aparat kepolisian pada Kamis pagi. Selain menangkap sejumlah eksekutif dan membekukan aset, polisi pun menyita sejumlah alat termasuk komputer dan telepon dari staf Apple Daily.

Dalam pernyataan medianya, Kepolisian Hong Kong mengonfirmasi soal surat perintah yang diterbitkan untuk mengumpulkan bukti, termasuk dari telepon dan komputer wartawan.

Kepolisian Hong Kong menyatakan grup media tersebut telah menerbitkan lusinan artikel berita yang diduga telah melanggar undang-undang keamanan nasional sejak 2019. Namun, belum dibeberkan daftar artikel yang dimaksud.

Sebagai informasi, undang-undang keamanan yang baru itu tak bersifat retroaktif atau mundur, namun jaksa bisa menggunaan tindakan sebelum berlakunya hukum tersebut untuk menjadi alat bukti.

"Sifat artikel-artikel [yang dituduhkan] sangat sederhana: Menghasut, meminta negara asing untuk menjatuhkan sanksi kepada Hong Kong dan Republik Rakyat Cina. Sangat lugas," ujar pejabat Kepolisian Hong Kong, Li Kwai-wah kepada wartawan di luar kantor Apple Daily.

Selain itu, Li pun mengonfirmasi soal pembekuan aset grup Apple Daily senilai HK$18 juta. Dia pun menegaskan penyergapan dan pemeriksaan ke kantor Apple Daily tak akan mengancam, dan menargetkan media lain seacara keseluruhan di Hong Kong.

Pemilik Apple Daily, Jimmy Lai, sendiri saat ini berada dalam tahanan karena tuduhan melanggar hukum keamanan nasional termasuk terkait dukungan dan bantuan finansialnya pada gerakan aksi prodemokrasi di Hong Kong pada 2019 silam.

Menanggapi penyergapan dan penangkapan eksekutif Apple Daily hari ini, penasihat hukum Lai, Mark Simon, menudingnya sebagai langkah aparat untuk mengekang kebebasan pers.

"Ini adalah sebuah serangan terang-terangan terhadap sisi editorial Apple Daily. Mereka menangkap orang-orang redaksi teratas," ujar Simon di luar Hong Kong.

(Reuters/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK