Hal Unik dari Pertemuan dengan Biden: Putin Tepat Waktu

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 16:16 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin datang tepat waktu ke tempat pertemuan bilateral perdananya dengan Presiden AS Joe Biden, Jenewa, Rabu (16/6) Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan), Jenewa, Swiss, 16 Juni 2021. (AP/Patrick Semansky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rombongan kendaraan bermotor kenegaraan berbendera Rusia yang membawa Presiden Negara Beruang Merah tersebut, Vladimir Putin, tiba di halaman Villa la Grange, Jenewa, Swiss, Rabu (16/6) siang waktu setempat.

Jarum jam saat itu menunjukkan pukul 13.03 waktu setempat.

Tak lama, beberapa menit kemudian sekitar 13.18 waktu setempat, tiba lagi rombongan kendaraan bermotor kenegaraan yang membawa Presiden AS Joe Biden ke vila yang sama.


Empunya negara, Presiden Swiss, Guy Parmelin yang telah berada di sana menyambut Putin dan Biden di depan vila sisi danau yang dibangun pada abad ke-18 tersebut. Para kepala negara itu berpose di hadapan jurnalis berkamera, lalu masuk ke dalam untuk memulai pertemuan bilateral perdana antara Putin dan Biden.

Seperti dilansir dari CNN, para jurnalis barat yang meliput melihat hal yang luar biasa dari kedatangan Putin siang itu. Mereka menyebut telah menyaksikan momen langka, di mana Putin bisa datang tepat waktu untuk hadir dalam pertemuan kenegaraan.

Di kalangan jurnalis barat, Putin dikenal kerap datang terlambat untuk sebuah kegiatan penting.

Contohnya: Saat bertemu Presiden AS sebelumnya, Donald Trump di Helsinki (Finlandia) pada 2018 lalu, Putin datang telat setidaknya hingga sekitar 45 menit dari jadwal.

Kemudian saat bertemu Presiden AS Barack Obama pada 2009 dan 2012, Putin baru datang sekitar 40 dan 45 menit dari jadwal.

Lalu saat bertemu Menteri Luar Negeri AS di bawah Kepresidenan Obama, John Kerry, Putin telah membuat lawan bicaranya menunggu sekitar tiga jam sebelum tiba.

Begitupun dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang menunggu hampir sekitar empat jam masing-masing pada 2014 dan 2012.

Bahkan, Paus pun harus menunggu sekitar hampir satu jam dari yang dijadwalkan sebelum Putin tiba di tempatnya, Vatikan, pada 2015 silam.

Dan, seperti dikutip dari USA Today, Ratu Elizabeth dari Inggris harus menunggu Putin sekitar 14 menit sebelum memulai pertemuan.

Pada pertemuan tersebut sejumlah kesepakatan verbal didapatkan antara Biden dan Putin. Tanpa konferensi atau pernyataan pers bersama usai pertemuan selama hampir dua jam, Biden dan Putin mengungkapkan apa yang mereka bicarakan secara terpisah.

Mengutip dari kantor berita Rusia, Interfax, secara terpisah Putin dan Biden menyatakan Moskow (Rusia) dan Washington (AS) menyetujui untuk menempatkan duta besar mereka kembali.

"Mereka [duta besar] akan kembali ke tempat kerja mereka. Kapan tepatnya murni soal teknis," kata Putin.

Sebelumnya, hubungan diplomatik antara Rusia dan AS telah hancur sejak Biden menjabat. Setelah Biden menyamakan Putin dengan 'pembunuh', Rusia pada Maret lalu mengambil langkah langka dengan menarik duta besarnya Anatoly Antonov dan meminta utusan AS John Sullivan untuk Moskow kembali ke Washington.

Perang siber juga menjadi salah satu fokus pembicaraan Biden dengan Putin.

Biden menjelaskan kepada Putin bahwa serangan dunia maya, khususnya rentetan peretasan ransomware baru-baru ini, menjadi tujuan utamanya bertemu dengan pemimpin Rusia teresbut.

Meski Putin menyangkal pemerintahannya terlibat peretasan itu, dia dan Biden sepakat menugaskan para ahli untuk 'bekerja pada pemahaman khusus tentang apa yang terlarang dan untuk menindaklanjuti kasus-kasus tertentu'.

"Prinsipnya adalah satu hal, harus didukung praktik. Bagaimana perasaan Anda jika ransomware mengambil alih jaringan pipa dari ladang minyak Anda?" aku Biden kepada wartawan soal pernyataannya kepada Putin.

Biden tak menjelaskan bagaimana respons Putin secara detail saat ia mengangkat isu perang siber. Namun, ia menegaskan kepada Putin bahwa AS memiliki kemampuan siber yang signifikan sehingga dapat merespons setiap upaya serangan.

 

(CNN/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK