Korsel Tawarkan 760 Warga Campur Dosis AstraZeneca dan Pfizer

CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 20:35 WIB
Sekitar 760 ribu warga Korsel yang sudah menerima suntikan pertama AstraZeneca akan ditawarkan pilihan untuk disuntik vaksin Pfizer sebagai dosis keduanya. Ilustrasi. (iStockphoto/Vladans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 760 ribu warga Korea Selatan yang sudah menerima suntikan pertama AstraZeneca akan ditawarkan pilihan untuk disuntik vaksin Covid-19 dari Pfizer sebagai dosis keduanya.

Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korsel (KDCA) menyatakan bahwa pemerintah akan mengajukan tawaran ini karena kekurangan pasokan vaksin AstraZeneca.

Korsel memang akan menerima 835 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari program COVAX pada akhir Juni mendatang.


Namun, mereka akan menggunakan 760 ribu di antaranya untuk petugas medis yang sudah menerima dosis pertama AstraZeneca pada April lalu.

Sementara itu, cadangan vaksin AstraZeneca Korsel sudah menipis karena antusiasme masyarakat lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Korsel pun bakal menawarkan 760 ribu warga Korsel yang tak kebagian jatah AstraZeneca untuk disuntik vaksin Pfizer sebagai dosis keduanya.

Sebagaimana dilansir Reuters, saat ini sekitar 27 persen dari keseluruhan 52 juta warga Korsel sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Dengan kecepatan vaksinasi ini, Korsel dapat meraih target 70 persen dan mencapai herd immunity sebelum November.

[Gambas:Video CNN]

Korsel sendiri sudah melakukan uji klinis mencampur dosis AstraZeneca dan Pfizer sejak bulan lalu.

Hingga saat ini, mereka sudah mencoba metode itu terhadap 100 pekerja medis untuk meneliti formasi antibodi dan efek imunitasnya.

Sementara Korsel masih menguji coba, sejumlah negara lain, termasuk Kanada dan Spanyol, sudah menyetujui mencampurkan dosis AstraZeneca dan Pfizer.

Satu studi di Spanyol membuktikan bahwa memberikan suntikan vaksin Pfizer kepada orang yang sudah menerima dosis AstraZeneca sangat aman dan efektif.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK