KILAS INTERNASIONAL

Temuan Varian Covid Delta Plus hingga Krisis Pangan Korut

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 06:32 WIB
Dari temuan varian Covid delta plus di India hingga krisis pangan di Korea Utara, inilah kilasan berita dunia, Rabu lallu. Ilustrasi pandemi Covid-19 di India. (REUTERS/DANISH SIDDIQUI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dari temuan varian Covid delta plus di India hingga krisis pangan di Korea Utara, inilah kilasan berita dunia, Rabu (23/6) lalu.

1. India Deteksi Kemunculan Varian Baru Corona Delta Plus

Pemerintah India mendeteksi kemunculan jenis baru virus corona yakni varian Delta plus yang dinilai kian mengkhawatirkan.
Varian Delta plus merupakan varian baru virus corona mutasi dari varian Delta atau B1.617.2 yang pertama kali ditemukan di India.


Sejauh ini, India mendeteksi setidaknya hampir dua lusin kasus varian Delta plus pada tiga negara bagian.

Menteri Kesehatan Rajesh Bhushnan menuturkan sebanyak 16 kasus terdeteksi di Maharashtra. Ia tak menjelaskan dua negara bagian lainnya yang telah terpapar varian baru corona ini.

Seorang ahli sekaligus pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan, mengatakan bahwa Covid-19 varian Delta berpotensi lebih mematikan, terutama jika menginfeksi kelompok rentan.

"[Varian Delta berpotensi] lebih mematikan karena lebih efisien dalam penularannya antara manusia dan tentunya akan menyerang individu rentan yang akan menjadi sangat sakit, harus dibawa ke rumah sakit, dan berpotensi meninggal," ujar Ryan.

Direktur Eksekutif Program Kesehatan Darurat WHO itu pun mengatakan bahwa para pejabat publik dapat membantu kaum rentan tersebut dengan memberikan donasi atau mendistribusikan vaksin Covid-19 dengan baik.

3. Anggota Delegasi RI untuk Pertemuan G20 di Italia Positif Covid

Kepala delegasi Republik Indonesia yang akan menghadiri konferensi G20 di Italia dilaporkan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Alhasil, dia pun harus menjalani isolasi.

Seperti dilansir AFP, enam orang terkait pun kini tengah menjalani isolasi di sebuah hotel di sana. Sejauh ini belum ada informasi apakah delegasi lainnya Indonesia itu juga positif terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Sementara itu, seperti dilansir kantor berita Italia, ANSA, delegasi tersebut sejatinya akan mengikuti pertemuan tingkat menteri G20 untuk pendidikan dan tenaga kerja. Namun, sebelum mereka mengikuti pertemuan yang berlangsung di Catania tersebut, terdeteksi salah satunya positif corona sehingga lainnya pun diisolasi.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma menyatakan bahwa anggota delegasi RI untuk G20 berangkat membawa surat keterangan negatif corona dan baru dinyatakan positif Covid-19 setelah tiba di Italia.
"Sesuai dengan dokumen tes yang dilakukan di Indonesia negatif, dan dokumen tersebut telah disampaikan ke pihak Italia sebelum keberangkatan delegasi," ujar Konselor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Roma, Danang Waskito, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/6).

KBRI Roma menjelaskan bahwa awalnya, ada dua delegasi yang berangkat dari Jakarta untuk menghadiri G20 di Kota Catania, Italia, pada 22-23 Juni.

Mereka datang secara terpisah berbekal hasil tes negatif Covid-19 dari Indonesia. Setibanya di Catania, mereka kembali menjalani tes antigen Covid-19.

Dari hasil rapid test tersebut, salah satu delegasi terindikasi positif Covid-19, sementara lainnya negatif. Delegasi yang terindikasi positif kemudian mengikuti tes usap pada Senin (21/6).

"Hasil swab test yang diterima pada Senin, 21 Juni 2021 malam hari, mengonfirmasi yang bersangkutan positif Covid-19," demikian pernyataan KBRI Roma.

3. Krisis Pangan di Korut, Kopi hingga Teh Dijual Rp1 Juta

Korea Utara mengalami krisis pangan parah di mana sejumlah harga barang kebutuhan pokok melambung tinggi. Seperti dikutip dari CNN, di Pyongyang, harga beberapa barang pokok dilaporkan meroket.

Para ahli mengatakan harga beras dan bahan bakar relatif stabil tetapi bahan pokok impor seperti gula, minyak kedelai dan harga tepung merangkak naik. Biaya yang terkait dengan beberapa bahan pokok yang diproduksi secara lokal juga melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Penduduk mengatakan harga kentang naik tiga kali lipat di pasar Tongil. Warga juga mengungkapkan barang-barang non pokok seperti sebungkus kecil teh hitam dapat dijual dengan harga sekitar $70 atau atau sekitar Rp1 juta.

Sementara sebungkus kopi dapat dijual lebih dari $100 atau sekitar Rp1,5 juta.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) baru-baru ini memperkirakan Korea Utara kekurangan sekitar 860.000 ton makanan, atau setara dengan lebih dari dua bulan pasokan nasional. Situasi cukup serius pada April lalu.

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, mengakui situasi pangan di negaranya kian sulit akibat pandemi Covid-19 dan topan yang melanda tahun lalu.

"Situasi pangan rakyat semakin sulit karena sektor agrikultur gagal memenuhi rencana produksi gandum, dampak kerusakan akibat topan tahun lalu," ujar Kim dalam rapat dengan komite pusat Partai Buruh, seperti dikutip kantor media pemerintah Korut, KCNA, pekan lalu.

(kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK