India Deteksi Kemunculan Varian Baru Corona Delta Plus

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 16:52 WIB
Pemerintah India mendeteksi kemunculan jenis baru virus corona yakni varian Delta plus yang dinilai kian mengkhawatirkan. Ilustrasi pandemi virus corona di India. (REUTERS/ADNAN ABIDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah India mendeteksi kemunculan jenis baru virus corona yakni varian Delta plus yang dinilai kian mengkhawatirkan.

Varian Delta plus merupakan varian baru virus corona mutasi dari varian Delta atau B1.617.2 yang pertama kali ditemukan di India.

Sejauh ini, India mendeteksi setidaknya hampir dua lusin kasus varian Delta plus pada tiga negara bagian.


Menteri Kesehatan Rajesh Bhushnan menuturkan sebanyak 16 kasus terdeteksi di Maharashtra. Ia tak menjelaskan dua negara bagian lainnya yang telah terpapar varian baru corona ini.

Bhushnan mengatakan varian Delta plus lebih mudah menular sehingga menyarankan pemerintah negara bagian segera meningkatkan pengujian.

India masih dilanda gelombang kedua virus corona yang lebih ganas sejak Maret lalu.

Meski jumlah kasus harian India terus menurun, ahli medis dan kedokteran mengimbau pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mempercepat program vaksinasi warga akibat kemunculan varian baru corona yang lebih cepat menular.

Pada Selasa (22/6), India mencatat 42.640 kasus corona baru dengan 1.167 kematian dalam 24 jam. Jumlah itu yang terendah sejak 23 Maret lalu.

Sejauh ini, India mencatat total 29,98 juta kasus corona dengan 389.302 kematian. Sampai saat ini pula, India telah memvaksinasi sekitar 50,6 juta warganya atau 3,7 persen dari total 1,3 miliar penduduk.

Pada awal pekan ini, India mencetak rekor dengan berhasil memvaksinasi 8,6 juta warga dalam sehari. Namun, ahli medis meragukan tingkat vaksinasi per hari itu bisa dipertahankan secara konsisten ke depannya.

"Ini jelas tidak berkelanjutan. Dengan percepatan vaksinasi dalam sehari seperti itu, banyak negara bagian yang telah menggunakan sebagian besar stok vaksin mereka saat ini, yang akan mempengaruhi vaksinasi dalam beberapa hari ke depan," kata pakar kebijakan publik dan sistem kesehatan, Chandrakant Lahariya, kepada Reuters.

Lahariya menuturkan dengan pasokan vaksin saat ini, India mampu melakukan vaksinasi 4-5 juta dosis dalam sehari.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK