Kaisar Jepang Khawatir Olimpiade Perparah Penularan Covid

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 20:45 WIB
Kaisar Jepang, Naruhito, khawatir ajang Olimpiade yang bakal digelar di Tokyo pada Juli mendatang dapat memperparah tingkat penularan Covid-19 di Negeri Sakura. Kaisar Jepang, Naruhito, khawatir ajang Olimpiade yang bakal digelar di Tokyo pada Juli mendatang dapat memperparah tingkat penularan Covid-19 di Negeri Sakura. (AP/Carl Court)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kaisar Jepang, Naruhito, khawatir ajang Olimpiade yang bakal digelar di Tokyo pada Juli mendatang dapat memperparah tingkat penularan Covid-19 di Negeri Sakura.

"Kaisar sangat khawatir mengenai status infeksi virus corona sekarang. Melihat kekhawatiran publik, beliau khawatir acara itu dapat menyebabkan infeksi menyebar," demikian pernyataan perwakilan Badan Rumah Tangga Kekaisaran, Yasuhiko Nishimura.

Naruhito sendiri menjabat sebagai Patron Terhormat untuk gelaran Olimpiade Tokyo yang sudah tertunda setahun akibat pandemi Covid-19.


Ia sebenarnya tidak memiliki kekuatan politik di Jepang. Namun, sosok kaisar masih sangat dihormati di Jepang.

Kekhawatiran ini dianggap sangat langka karena seorang kaisar Jepang sangat jarang merilis pernyataan publik.

Kemunculan pernyataan ini pun dianggap sebagai tanda kaisar benar-benar khawatir akan penyelenggaraan Olimpiade.

Selama ini, warga Jepang memang terus menolak penyelenggaraan Olimpiade mengingat kasus Covid-19 di negaranya masih tinggi.

Penularan Covid-19 di Jepang memang menurun dari rata-rata 6.000 per hari pada Mei lalu menjadi sekitar 1.400 saat ini.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, para pekerja medis tetap menyuarakan penolakan Olimpiade karena mereka sendiri saat ini masih kewalahan menangani pasien Covid-19.

Keadaan akan semakin runyam karena kedatangan delegasi Olimpiade dari berbagai negara. Tak hanya delegasi perwakilan negara, kehadiran penonton di stadion juga dikhawatirkan dapat memperparah penularan Covid-19.

Pemerintah Jepang memang melarang penonton dari luar negeri. Namun, mereka dilaporkan bakal mengizinkan sekitar 10 ribu penonton dari dalam negeri.

Para pekerja medis khawatir kehadiran begitu banyak orang di Jepang dapat membuat pandemi Covid-19 kian parah, apalagi dengan kemunculan varian baru.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK