Varian Delta Picu Lonjakan 202 Ribu Kasus Sepekan di Afrika

CNN Indonesia | Jumat, 02/07/2021 07:25 WIB
WHO menyatakan bahwa penyebaran Covid-19 di Afrika nyaris mencetak rekor tercepat dengan 202 ribu kasus dalam sepekan belakangan. WHO menyatakan bahwa penyebaran Covid-19 di Afrika nyaris mencetak rekor tercepat dengan 202 ribu kasus dalam sepekan belakangan. (AP/Themba Hadebe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyebaran Covid-19 di Afrika nyaris mencetak rekor tercepat dengan 202 ribu kasus dalam sepekan belakangan.

Direktur Kawasan Afrika WHO, Matshidiso Moeti, mengatakan bahwa mereka mencatat 202 ribu kasus Covid-19 baru selama satu pekan hingga Minggu (27/6) lalu.

Hingga saat ini, rekor kasus mingguan di Afrika masih di angka 224 ribu kasus. Namun, menurut Moeti, percepatan penyebaran dalam enam pekan belakangan ini nyaris memecahkan rekor.


"Kecepatan dan skala gelombang tiga di Afrika belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Moeti dalam pernyataan yang dikutip AFP, Kamis (1/7).

Moeti menyatakan bahwa percepatan penyebaran Covid-19 di Afrika ini terjadi akibat kemunculan varian Delta.

Varian yang lebih menular itu dilaporkan sudah terdeteksi di 16 negara di Benua Afrika, dengan sebaran paling parah di Uganda dan Congo. Varian Delta mendominasi 97 persen kasus Covid-19 di Uganda dan 79 persen di Congo.

Tingkat kematian di 38 negara Afrika juga naik 15 persen dalam sepekan lalu hingga mencapai nyaris 3.000 kasus.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah lonjakan kasus ini, permintaan oksigen di Afrika naik 50 persen dari periode puncak gelombang pertama pandemi Covid-19 tahun lalu.

"Penyebaran varian yang lebih menular membawa ancaman lebih tinggi bagi Afrika. Lebih banyak penularan berarti penyakitnya lebih serius dan lebih banyak kematian," kata Moeti.

Moeti pun menyatakan bahwa berbagai langkah pencegahan harus digalakkan, salah satunya dengan menggenjot program vaksinasi.

Berdasarkan data WHO, baru 15 juta orang atau sekitar 1,2 persen dari populasi Afrika yang sudah disuntik dua dosis vaksin Covid-19.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK