Cegah AS-China Ribut, Biden Ingin Buat Hotline ke Xi Jinping

CNN Indonesia | Kamis, 15/07/2021 15:55 WIB
Amerika Serikat tengah mempertimbangkan kemungkinan membentuk jalur khusus komunikasi atau hotline dengan pemerintah China. Presiden AS Joe Biden. (Getty Images via AFP/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat tengah mempertimbangkan kemungkinan membentuk jalur khusus komunikasi atau hotline dengan pemerintah China.

Hotline tersebut sama seperti "red phone" yang dimiliki antara AS-Rusia selama Perang Dingin, yang memungkinkan komunikasi langsung antara Gedung Putih dan Kremlin.

Konsep hotline tersebut memang masih tahap awal dan belum secara resmi disinggung AS secara langsung ke China.


Namun, menurut sejumlah sumber dari Gedung Putih, pemerintahan Biden ingin membentuk jalur komunikasi yang cepat yang bisa menjadi upaya mengurangi risiko konflik terbuka antara AS-China.

Dengan hotline tersebut, Presiden Biden atau pejabat tinggi lainnya di Gedung Putih dapat segera melakukan panggilan telepon atau mengirim pesan terenkripsi ke Presiden China Xi Jinping atau orang-orang di sekitarnya.

Sebagai contoh, hotline tersebut dapat digunakan untuk mengonfirmasi ketika ada pergerakan militer mendadak atau peretasan dunia maya yang membutuhkan response cepat.

Gagasan pembentukan hotline antara AS-China ini pertama kali diangkat pemerintahan Presiden Barack Obama. Namun, sejumlah sumber kepada CNN menuturkan konsep itu tidak dikodifikasikan dalam memo keamanan nasional sampai tahun terakhir pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sejak menjabat di Gedung Putih, Biden disebut terus berupaya mengembangkan gagasan tersebut tetapi masih banyak detail yang harus diselesaikan, termasuk apakah China akan setuju untuk menggunakan perangkat komunikasi seperti itu.

Sejauh ini, Pentagon telah memiliki hotline serupa ke China. Namun, jalur khusus itu baru digunakan dalam lingkup antara kementerian keamanan kedua negara.

"Kami memang memiliki hotline. Diketahui, beberapa kali kami menggunakannya hanya berdering di ruang kosong selama berjam-jam," kata koordinator senior Dewan Keamanan Nasional AS untuk kawasan Indo-Pasifik, Kurt Campbell.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri AS dan Dewan Keamanan Nasional masih merundingkan bagaimana perangkat hotline akan bekerja secara teknis dan mengembangkan konsep keseluruhan.

Jika sudah rampung, konsep perangkat tersebut membutuhkan persetujuan Gedung Putih dan pejabat China sebelum bisa dioperasikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan beberapa negara lain memiliki masalah mendapat tanggapan darurat dari China dalam beberapa isu sensitif. Sebagai contoh, sejumlah pejabat AS mengatakan Washington sangat sulit mendapat sejumlah jawaban dan konfirmasi dari China soal pandemi virus corona (Covid-19).

"Ada tantangan dalam menjangkau pejabat China selama masa-masa sulit. Itu sebagian besar karena cara kerja sistem mereka dari atas ke bawah. Selama hari-hari awal wabah Covid-19, kami sering tidak mendapat tanggapan atas pertanyaan kritis. ," kata seorang mantan pejabat AS yang bertugas di Beijing.

Kesulitan itu juga sempat dialami Vietnam pada 2014 saat hendak meminta penjelasan Beijing atas insiden perusahaan minyak Negeri Tirai Bambu yang membangun tambang minyak secara sepihak di Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

(rds/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK