Jejak Taliban Hadapi Uni Soviet hingga AS di Afghanistan

CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 17:31 WIB
Kelompok Taliban tetap bertahan di Afghanistan selama 40 tahun setelah menghadapi Uni Soviet hingga AS-NATO. Anggota delegasi perundingan damai dari kelompok Taliban. (KARIM JAAFAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok Taliban terus menggelar serangan untuk merebut wilayah di Afghanistan. Mereka mengklaim menguasai 85 persen wilayah di Afghanistan.

Pasukan pemerintah Afghanistan bahkan dipukul mundur hingga kabur ke Tajikistan.

Banyak pakar khawatir akan kekuatan Taliban usai pasukan koalisi Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menarik pasukan dari Afghanistan, dan mengakhiri peperangan hampir dua dasawarsa.


Kelompok Taliban dibentuk pada awal 1980-an oleh untuk melawan pendudukan Uni Soviet di negara itu pada 1979 sampai 1989.

Mereka mengusung ideologi Islam dan kerap dicap sebagai gerakan fundamentalis di Afghanistan, seperti dikutip dari Council Foreign Relation.

Secara harfiah Taliban berarti kaum santri. Kelompok ini didominasi oleh etnis Pashtun, salah satu suku di Afghanistan. Mereka bergabung dengan para pemuda dari suku Pashtun yang belajar di sekolah pesantren Darul Uloom di Haqqania, Pakistan.

Kelompok Taliban terinspirasi dari ide gerakan kebangkitan Sunni Islam yakni Deobandi, di Pesantren Darul Uloom, Deoband, India. Gerakan itu juga yang menjadi salah satu penyokong upaya kemerdekaan India dari Inggris.

Pashtun merupakan etnis mayoritas di sebagian wilayah selatan dan timur Afghanistan. Mereka juga merupakan kelompok etnis utama di utara dan barat Pakistan.

Saat melawan Uni Soviet, kelompok Taliban dan milisi Aliansi Utara di Afghanistan mendapat bantuan dari Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dan Badan Intelijen Pakistan, Inter-Services Intelligence (ISI).

Gerakan Taliban dan ide yang mereka usung itu menarik dukungan rakyat Afghanistan setelah Uni Soviet menarik pasukan, dengan janji menegakkan stabilitas dan supremasi hukum. Taliban kemudian terlibat dalam perang saudara di Afghanistan memperebutkan kekuasaan selama empat tahun, dari 1992 sampai 1996.

Pada November 1994, Taliban menguasai provinsi Kandahar. lalu pada September 1996, Taliban berhasil merebut ibu kota Kabul dan menggulingkan presiden saat itu, Burhanuddin Rabbani.

Rabbani berasal dari suku Tajik yang dinilai anti-Pashtun dan korup.

Jejak Taliban Hadapi Uni Soviet hingga AS di Afghanistan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK