Deretan Negara Sukses Atasi Covid yang Kembali Alami Lonjakan

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 12:56 WIB
Banyak negara di dunia tengah menghadapi gelombang baru penularan Covid-19. Itu diperparah akibat penyebaran varian Delta virus corona yang lebih menular. Ilustrasi. Australia kunci wilayah Sydney dan Darwin halau varian delta virus corona. (REUTERS/LOREN ELLIOTT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak negara di dunia tengah menghadapi gelombang baru penularan Covid-19. Itu diperparah akibat penyebaran varian Delta virus corona yang lebih menular.

Sejumlah negara yang semula berhasil mengendalikan pandemi virus corona juga tengah menghadapi ancaman gelombang Covid-19 baru.

Sebagian besar negara tersebut menghadapi lonjakan infeksi Covid-19 setelah mengalami penurunan kasus dan melonggarkan aturan pembatasan pergerakan sosial.


Berikut deretan negara yang sukses kendalikan Covid-19 dan tengah mengalami lonjakan kasus virus corona.

Australia

Australia terus memperpanjang masa pemberlakuan lockdown di Sydney dan sejumlah daerah lainnya karena kasus Covid-19 di wilayah itu tak kunjung reda.

Lockdown di Sydney sudah berlaku sejak 26 Juni. Status itu seharusnya berakhir pada Jumat (9/7), tapi diperpanjang hingga kini.

"Virus varian Delta ini menjadi pembeda, sangat mudah menyebar dan menular dibanding varian sebelumnya yang kami ketahui," kata Menteri Besar New South Wales, Gladys Berejiklian.

Akibat perpanjangan masa lockdown, seluruh sekolah di Sydney akan memulai pembelajaran jarak jauh pekan depan, setelah masa libur musim dingin demi menghindari kerumunan antar jemput.

Pengetatan pergerakan sosial dan lockdown parsial juga diterapkan beberapa wilayah lainnya di Australia seperti negara bagian Victoria dan Australia Barat. Sebelumnya, Australia berhasil mencapai nol kasus Covid-19 sejak awal pandemi.

Infeksi Covid-19 kembali melonjak setelah pemerintah Australia melonggarkan perbatasan.

Sampai saat ini, secara keseluruhan jumlah kasus infeksi Covid-19 di Australia mencapai 30.800, dengan 910 orang di antaranya meninggal.

Korea Selatan

Korea Selatan kembali mencatat rekor kasus harian Covid-19 dengan 1.784 infeksi corona dalam 24 jam hingga Selasa (20/7) akibat kemunculan varian Delta.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KDCA) menyatakan bahwa Korsel terus mencetak rekor kasus Covid-19 akibat varian Delta yang kini mendominasi infeksi di negara tersebut.

Korsel pun menerapkan larangan pergerakan tingkat tinggi di Seoul sejak 12 Juli lalu. Sebagaimana dilansir AFP, dengan pemberlakuan aturan tersebut, pemerintah Korsel melarang perkumpulan lebih dari dua orang mulai pukul 18.00, sekolah-sekolah akan ditutup, sementara kafe dan restoran akan dibatasi.

Sementara itu, tempat-tempat hiburan, seperti bar dan kelab malam, akan tutup total. Semua acara publik juga dilarang, kecuali aksi protes yang dilakukan oleh satu orang.

Sebelum lonjakan Covid-19, pemerintah Korsel telah melonggarkan sejumlah pembatasan pergerakan sosial mulai dari mengizinkan makan di tempat dengan jumlah terbatas dan perkumpulan orang.

Sempat menjadi episentrum penularan Covid di awal masa pandemi, Korsel dianggap berhasil menanggulangi corona tanpa menerapkan lockdown.

Salah satu jurus Korsel mengendalikan Covid-19 sejak awal pandemi adalah dengan testing dan tracking yang cepat dan luas.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga dikerahkan sebagai salah satu strategi pemerintah mengendalikan infeksi corona.

Hingga saat ini, 32 persen dari 52 juta populasi di Korsel sudah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Pemerintah menargetkan 70 persen populasi di negara itu sudah rampung vaksinasi pada September mendatang.

Negara-negara Berhasil Tangani Covid yang Kembai Dihantam Lonjakan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK