Konvoi Mobil Tuntut PM Mundur Ramaikan Jalan Malaysia

has, CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 16:14 WIB
Konvoi mobil berbendera hitam meramaikan jalan Malaysia, Sabtu (24/7). Pengendara menuntut PM Muhyiddin Yassin mundur karena dianggap gagal menangani pandemi. Konvoi mobil berbendera hitam meramaikan jalan Malaysia, Sabtu (24/7). Pengendara menuntut PM Muhyiddin Yassin mundur karena dianggap gagal menangani pandemi. (AFP/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konvoi mobil berbendera hitam meramaikan ruas-ruas jalan di Malaysia pada Sabtu (24/7). Para pengendara menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengundurkan diri karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19.

Malay Mail melaporkan bahwa konvoi kendaraan itu terlihat di ruas-ruas jalan di berbagai penjuru Malaysia sejak Sabtu siang.

Di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur, sekitar 10 mobil terlihat berjalan beriringan selama satu jam dari Menara UOA di Bangsar Utama menuju sejumlah lokasi terkenal, seperti Masjid Jamek, Brickfields, KL Sentral, dan Jalan Syed Putra.


Kebanyakan mobil ditumpangi satu orang yang mengibarkan bendera hitam sembari membunyikan klakson.

Dua mobil patroli polisi terlihat membuntuti mereka untuk mencegah kemacetan. Mereka pun meminta konvoi bubar setelah menyelesaikan perjalanan di Bangsar sekitar pukul 12.15.

"Kepolisian sangat baik dan membantu. Mereka membimbing kami dan tak ada provokasi dari siapa pun," ujar Mohd Asraf Sharafi selaku juru bicara koalisi masyarakat penggagas aksi ini, Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR), kepada Free Malaysia Today.

Selain di Kuala Lumpur, konvoi serupa juga digelar di beberapa kawasan lain, seperti Johor, Kedah, Melaka,Penang, Pahang, Sabah, Kucing, Sarawak, Perak, dan Selangor.

Mohd Asraf Sharafi selaku juru bicara koalisi masyarakat penggagas aksi ini, Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR), mengatakan bahwa mereka memang tak menargetkan terlalu banyak kendaraan.

Menurutnya, konvoi hari ini hanya sebagai pemanasan menuju aksi puncak mereka bertajuk #Lawan yang akan digelar pada 31 Juli mendatang.

"Kami sedang pemanasan menuju aksi 31 Juli. Malam ini, kami akan mengumumkan lokasi aksi tersebut," ucap Asraf kepada Malay Mail.

[Gambas:Video CNN]

Dalam aksi puncak itu, SSR akan kembali menyuarakan serangkaian tuntutan mereka, salah satunya agar Muhyiddin Yassin mundur dari kursi perdana menteri karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19.

Saat ini, Malaysia memang sedang terus mengalami lonjakan Covid-19. Pada Jumat (23/7), Malaysia bahkan mencetak rekor kasus harian Covid-19 dengan 15.573 infeksi sehari.

Di tengah peningkatan kasus ini, pemerintah Malaysia menerapkan lockdown. Meski lockdown sudah berlaku sejak 1 Juni lalu, kasus Covid-19 di Malaysia masih terus melonjak.

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK