Enam Tentara Kamerun Tewas Dalam Serangan Boko Haram

CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 14:35 WIB
Sebanyak enam tentara tewas dalam serangan Boko Haram yang terjadi di Sagme pada Sabtu (24/7) waktu setempat. Sebanyak enam tentara tewas dalam serangan Boko Haram yang terjadi di Sagme pada Sabtu (24/7) waktu setempat. Ilustrasi. (AFP PHOTO /Florian Plaucheur).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Wilayah Utara Kamerun Bakari Midjiyawa menyebutkan sebanyak enam tentara tewas dalam serangan Boko Haram yang terjadi pada Sabtu (24/7) waktu setempat.

"Kami menyesalkan kematian enam tentara kami, yang tewas dalam aksi tersebut, dan empat lainnya terluka," kata Midjiyawa kepada CRTV yang dilansir AFP.

Ia menjelaskan sejumlah personel Boko Haram tiba di Sagme sekitar pukul 04.00 dini hari waktu setempat. Mereka datang dengan kendaraan den senjata berat.


Sagme sendiri terletak beberapa puluh kilometer dari perbatasan Kamerun dengan Nigeria. Tempat itu memang merupakan asal Boko Haram.

Pernyataan Midjiyawa berbeda dengan laporan polisi dan sejumlah sumber lokal. Menurut mereka, ada delapan tentara yang meninggal, bukan enam.

Diketahui, Boko Haram kerap menyerbu Kamerun dan desa-desa di Nigeria selama 11 tahun terakhir, serta membunuh para penduduk dan menculik warga. Mereka juga menyerang dua negara tetangga, yaitu Nigeria dan Cad.

Tindakan itu tidak disukai oleh Islamic State West Africa Province (ISWAP) yang merupakan pecahan dari Boko Haram. Mereka juga menentang pola pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, yang melakukan pembantain warga sipil.

Sebelumnya, pada Juni lalu, Shekau bunuh diri setelah dikepung personel ISWAP. Personel ISWAP mendesak Shekau dan anggotanya untuk bertobat, namun ia menolak sehingga memilih mati dengan cara meledakkan diri.

Kematiannya menandai perubahan besar dalam pemberontakan jihadis Nigeria berusia 12 tahun yang telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang dan menelantarkan sekitar dua juta orang di timur laut.

ISWAP menjelaskan dalam audio bagaimana mengirim pejuang ke daerah Boko Haram di hutan Sambisa. Mereka menemukan Shekau duduk di dalam rumahnya dan terlibat dalam baku tembak.

"Dari sana dia mundur dan melarikan diri, berlari dan berkeliaran di semak-semak selama lima hari. Namun, para pejuang terus mencari dan memburunya sebelum mereka dapat menemukannya," kata suara itu.

(adp/bir)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK