Covid Muncul Lagi di Wuhan, Warga Panik Serbu Supermarket

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 15:03 WIB
Warga Wuhan, China menyerbu supermarket menyusul kekhawatiran penguncian baru usai ditemukan kembali tujuh kasus Covid-19. Warga panic buying saat Covid-19 kembali terdeteksi di Wuhan. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penduduk WuhanChina menyerbu supermarket menyusul kekhawatiran penguncian baru usai ditemukan kembali tujuh kasus Covid-19.

Warga berbondong-bondong ke pasar-pasar swalayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari karena khawatir pemerintah China bakal kembali menerapkan lockdown.


Mereka membeli bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga sebagai persiapan saat aturan penguncian wilayah diterapkan, seperti tahun lalu ketika kasus virus corona merebak di kota itu.

Untuk menghindari kekhawatiran berlebihan, pihak berwenang berupaya menjamin stok barang-barang kebutuhan.

"(Kami akan )menenangkan suasana panik penduduk kota," kata salah satu pejabat Selasa (3/8) dikutip dari UK Express.

Ia juga mengumumkan bahwa toko-toko telah memastikan agar harga dan rantai pasokan kebutuhan tetap stabil.

Sebelumnya, pihak berwenang Wuhan mengumumkan telah menemukan tujuh kasus Covid-19 lokal baru pada hari Senin (2/8).

Pemerintah setempat langsung meluncurkan pemeriksaan seluruh penduduk Wuhan untuk mendeteksi virus corona lebih jauh.

"Dengan cepat meluncurkan testing asam nukleat komprehensif untuk seluruh penduduk," ujar pejabat senior Wuhan, Li Tao dalam konferensi pers, dikutip AFP, Selasa (3/8).

Penemuan kasus baru itu memecah rekor Wuhan yang sebelumnya tak melaporkan kasus selama satu tahun. Nihilnya kasus di kota itu, karena pemerintah menetapkan penguncian wilayah yang ketat pada awal 2020 lalu.

Kota itu juga dilaporkan sudah bebas Covid-19. Masyarakat diperbolehkan tak memakai masker dan berkumpul dalam jumlah besar.

Wuhan sempat menjadi episentrum Covid-19, sebelum virus itu meluas ke negara-negara lain.

Kemunculan kasus baru Covid, tak hanya terjadi di Wuhan. Sejumlah wilayah di China juga mengalami hal serupa akibat varian Delta. Sehingga pemerintah China memutuskan kembali menerapkan sejumlah pembatasan.

"Sekuensing genom virus menemukan semua strain sebagai varian Delta yang sangat menular, dan kota-kota yang dilanda peningkatan baru-baru ini sudah mengambil tindakan untuk mengekang penyebaran virus corona," kata Li Tao, dikutip NPR dari People's Daily.

Aturan itu di antaranya, pembatalan penerbangan keluar dari Nanjing, meminta agar penduduk di rumah saja, menghentikan layanan transportasi domestik non darurat dan meluncurkan tes massal dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan infeksi Covid-19 di China bermula ketika sembilan pekerja bandara Nanjing, Provinsi Jiangsu, dinyatakan positif Covid-19 pada 20 Juli lalu.

Kemudian para petugas bandara dilaporkan tertular Covid-19 usai membersihkan sebuah pesawat yang baru tiba dari Rusia dan membawa penumpang positif virus corona.

Sejak itu, kasus Covid-19 terus bertambah di Provinsi Jiangsu hingga menyebar ke sejumlah provinsi.

Dari Juni lalu, China telah mengonfirmasi 328 kasus baru yang ditularkan secara lokal. Infeksi itu telah menyebar ke 35 kota di negara itu.

Sejauh ini total kasus Covid di China 93.193 dengan 4.636 kematian.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK