Malaysia Rekor Covid Dua Hari Beruntun, Tembus 20 Ribu Kasus

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 18:45 WIB
Malaysia kembali mencatat rekor kasus Covid-19 dengan 20.596 infeksi virus corona dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Kamis (5/8). Ilustrasi. Malaysia kembali mencatat rekor kasus Covid-19 dengan 20.596 infeksi virus corona dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Kamis (5/8). (AFP/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia kembali mencatat rekor kasus Covid-19 dengan 20.596 infeksi virus corona dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Kamis (5/8).

Dengan demikian, Malaysia mencetak rekor kasus Covid-19 dalam dua hari beruntun setelah melaporkan 19.819 infeksi corona baru kemarin, Rabu (4/8).

Sebagaimana dilansir Malay Mail, Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan bahwa wilayah penyumbang kasus baru tertinggi adalah Klang Valley.


Menurut Noor Hisham,Klang Valley menyumbang setengah dari jumlah kasus harian kali ini, disusul Selangor dengan 8.5419 kasus, Kuala Lumpur dengan 2.163 kasus, dan Kedah dengan 1.446 kasus.

Negeri Jiran sedang terus mengalami lonjakan infeksi Covid-19 sejak akhir Mei. Pemerintah menetapkan penguncian wilayah pada 1 -14 Juni, dan terus diperpanjang hingga 1 Agustus.

Meski lockdown diterapkan, Malaysia masih terus melaporkan lonjakan kasus Covid-19. Channel NewsAsia melaporkan, kasus menyentuh angka 10 ribu sejak 12 Juli. Angka itu melonjak seiring waktu.

Lonjakan kasus Covid di Malaysia yang semakin mengkhawatirkan menimbulkan konflik politik. Partai politik terbesar di Malaysia, UMNO, menarik diri dari koalisi lantaran Muhyiddin dianggap gagal menangani pandemi.

Posisi Muhyiddin makin tak diuntungkan imbas selisih dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah menyoal status darurat Covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Raja meminta pemerintah mendiskusikan status darurat nasional yang mestinya selesai pada 1 Agustus. Namun, pemerintah malah mendeklarasikan pencabutan status darurat tanpa konsultasi.

Pihak oposisi lantas menuduh pemerintahan Muhyiddin melanggar konstitusi karena tak ada pembicaraan terlebih dahulu kepada raja.

Aksi protes pun kini tak hanya datang dari warga, tapi para pemimpin oposisi. Sejumlah tokoh besar, seperti Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad bahkan ikut turun ke jalan.

Hingga kini, total kasus Covid di Malaysia sendiri mencapai 1.203.706 dengan 9.855 kematian.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK