Lockdown Melbourne hingga Pelapor HAM PBB soal Victor Yeimo

ayp, CNN Indonesia | Kamis, 12/08/2021 06:25 WIB
Lockdown di Melbourne diperpanjang sepekan sampai Pelapor HAM PBB, Mary Lawlor, menyoroti kondisi aktivis KNPB, Victor Yeimo. Ilustrasi. Lockdown di Melbourne diperpanjang sepekan sampai Pelapor HAM PBB, Mary Lawlor, menyoroti kondisi aktivis KNPB, Victor Yeimo. (Istockphoto/ Baona)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Senin (9/8) kemarin. Mulai dari lockdown di Melbourne diperpanjang satu pekan sampai Pelapor HAM PBB, Mary Lawlor, menyoroti kondisi aktivis KNPB, Victor Yeimo, yang sakit di Mako Brimob Polda Papua. CNNIndonesia.com merangkum sejumlah kejadian tersebut dalam kilas internasional.


1. Melbourne Perpanjang Lockdown Seminggu Usai 20 Kasus Baru

Pemerintah negara bagian Victoria mengumumkan kota Melbourne dan sekitarnya akan tetap memberlakukan penguncian wilayah alias lockdown setelah penemuan 20 kasus baru Covid-19 di kota terbesar kedua di Australia itu.

Kota Melbourne memang sedang memberlakukan lockdown usai kasus baru Covid-19 semakin bertambah dan mestinya selesai pada Kamis (12/8).


Namun pada Rabu (11/8), sebanyak 20 orang dikonfirmasi positif di kota tersebut. Premier Victoria, Dan Andrews, pun memutuskan masyarakatnya harus tetap tinggal di rumah hingga 19 Agustus 2021.


2. Pelapor Khusus HAM PBB Soroti Sakit Yeimo di Sel Brimob Papua

Pelapor khusus PBB di bidang hak asasi manusia (HAM), Mary Lawlor menyoroti kondisi Aktivis KNPB Victor Yeimo yang dikabarkan sakit selama tiga bulan ditahan di Mako Brimob Polda Papua.

Keprihatinan itu disampaikan Mary lewat cuitannya pada Selasa (10/8).

Mary mengaku telah mendengar kondisi Yeimo yang memburuk di penjara. Ia pun khawatir Yeimo terinfeksi Covid-19.


3. China Vonis Pengusaha Kanada Diduga Mata-mata 11 Tahun Bui

Pengadilan China memvonis pengusaha asal Kanada Michael Spavor 11 tahun penjara karena kegiatan spionase atau mata-mata.
Seperti dilansir Reuters, Pengadilan Dandong juga menjatuhkan vonis untuk menyita aset pribadi Spavor senilai 50 ribu yuan, juga deportasi setelah hukuman selesai dijalani.

Dalam amar putusan, Spavor dinilai terbukti melakukan kegiatan spionase dan, "secara ilegal memberikan rahasia negara".

Spavor ditahan China sejak 2018 silam. China juga menangkap mantan diplomat Kanada, Michael Kovrig. Baik Kovrig maupun Spavor kemudian didakwa melakukan spionase.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK