Covid Melesat, BOR ICU di Georgia AS Tembus 95 Persen

CNN Indonesia
Senin, 06 Sep 2021 22:55 WIB
Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) ICU di rumah sakit Georgia, AS, dilaporkan sudah mencapai 95 persen imbas lonjakan kasus Covid-19. Ilustrasi. (iStock/Morsa Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) Unit Perawatan Intensif (ICU) di rumah sakit Georgia, Amerika Serikat, dilaporkan sudah mencapai 95 persen imbas lonjakan kasus Covid-19.

Departemen Kesehatan negara bagian Georgia menyatakan 95,3 persen tempat tidur di ICU sudah terisi pada Jumat (3/9) lalu.

Selain itu, penggunaan tempat tidur di Unit Gawat Darurat (UGD) mencapai 80 persen di seluruh wilayah itu. Sementara itu, keterisian tempat tidur di ruang rawat inap sebanyak 86,6 persen.


Dari 14 wilayah negara bagian, lima di antaranya memiliki BOR ICU melebihi kapasitas. Menurut WSB-TV, tempat tidur ICU di beberapa wilayah Georgia barat bahkan mencapai 115,4 persen.

Hingga kini, total pasien yang dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi Covid-19 sekitar 5.893 orang.

Georgia memang tengah berjuang melawan Covid-19 karena serangan varian Delta di wilayah itu.

Pada Jumat (3/9) lalu, Depkes mencatat ada 106 kematian harian akibat virus corona. Angka ini menjadikan total kematian mencapai 20.041 jiwa.

"Sungguh tragis, tapi tak heran karena kita sudah melampaui tonggak sejarah suram dengan 20 ribu kematian Covid di negara bagian kita," ujar Komisaris Departemen Kesehatan Masyarakat Georgia, Kathleen EToomey, kepada Journal-Constitution Atlanta.

Toomey menerangkan, 97 persen kematian Covid-19 belakangan ini terjadi di antara mereka yang belum divaksinasi. Ia mengatakan kematian bisa dicegah, jika banyak orang diinokulasi.

Sejauh ini, total penduduk Georgia yang sudah divaksin hanya 42 persen. Jumlah ini jauh lebih rendah dibanding angka nasional AS yang mencapai 53 persen.

Sementara itu, rata-rata kasus Covid dalam sepekan mencapai lebih dari 10.631 kasus per hari. Angka ini naik dua kali lipat dari bulan sebelumnya, yang rata-rata hanya 4.570 kasus.

CEO North Atlanta Primary Care, Thomas Bat, juga mengakui jumlah pasien di fasilitas kesehatannya meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami sangat lelah merawat pasien yang sakit. Kami sangat lelah dengan semua penderitaan ini," kata Bat.

[Gambas:Video CNN]

Ia berharap semua orang bisa melihat dampak dari Covid yang meluluhlantakkan manusia.

"Orang dengan kekuatan dan energi yang besar, mengalami kelelahan kronis, tak bisa bernapas. Kami lelah dengan itu," keluhnya.

Ia semakin kecewa karena ada orang-orang yang memilih tidak divaksin.

"Pesan kami adalah kita bersama-sama dalam hal ini. Tolong segeralah vaksin," kata Bat.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER