Kuba Mulai Imunisasi Covid Balita Pakai Vaksin Sendiri

isa | CNN Indonesia
Selasa, 07 Sep 2021 18:39 WIB
Kuba menjadi negara pertama di dunia yang melakukan imunisasi terhadap balita dan anak-anak menggunakan vaksin buatan sendiri. Saat ini, Kuba masih berjuang menghadapi lonjakan infeksi virus corona dalam beberapa bulan terakhir. (Foto: YAMIL LAGE/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kuba mulai melakukan vaksinasi Covid-19 anak berusia 2 hingga 18 tahun menggunakan vaksin buatan sendiri pada Jumat pekan lalu.

Kuba menjadi negara pertama di dunia yang melakukan imunisasi terhadap balita dan anak-anak menggunakan vaksin buatan sendiri yang belum diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kedua vaksin yang digunakan Kuba tersebut disebut vaksin Abdala dan Soberana.


Seorang gadis Kuba berusia 17 tahun, Laura Lantigua, mendapat dosis pertama vaksin di sekolah menengah Saul Delgado, ibu kota Kuba, Havana.

"Saya selalu ingin divaksinasi. Saya merasa biasa, baik-baik saja (setelah menerima vaksin)," kata Lantigua, kepada AFP.

Di hari yang sama, Kuba juga mulai mendistribusikan vaksin untuk kelompok anak usia 2 hingga 11 tahun di Provinsi Cienfuegos.

Kuba telah merampungkan uji klinis vaksin Abdala dan Soberana untuk anak di bawah umur. Badan Pengatur Obat Kuba (Cecmed) mengeluarkan izin penggunaan darurat Soberana 2 untuk anak 2-18 tahun pada Jumat pekan lalu.

Komposisi vaksin Abdala dan Soberana terdiri dari protein rekombinan dengan menggunakan teknologi yang sama dengan vaksin Covid-19 Novavax buatan perusahaan Amerika Serikat dan Sanofi dari Prancis.

Baik Sanofi dan Novavax pun hingga saat ini masih menunggu lisensi penggunaan darurat dari WHO.

Tak seperti kebanyakan vaksin Covid-19 lainnya yang telah mendapat persetujuan WHO, vaksin rekombinan tak membutuhkan pendingin yang ekstrim.

Program vaksinasi anak ini diluncurkan pemerintah Kuba demi mempercepat pembukaan kembali sekolah tatap muka langsung yang sempat terhenti sejak Maret 2020.

Pemerintah Kuba memulai tahun ajaran baru pada awal pekan ini. Meski begitu, seluruh sekolah akan tetap melangsungkan sistem belajar mengajar melalui stasiun televisi pemerintah sampai semua anak yang memenuhi syarat menerima vaksin.

Selama tutup sekolah, materi belajar disampaikan melalui televisi di rumah lantaran sebagian besar warga tak memiliki akses internet.

Pihak berwenang Kuba telah mengumumkan sekolah akan dibuka kembali secara bertahap sekitar Oktober dan November mendatang dengan catatan seluruh anak-anak sudah divaksinasi.

Percepatan pembukaan sekolah ini senada dengan seruan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk urusan anak-anak (UNICEF) agar sekolah-sekolah di seluruh dunia dibuka kembali sesegera mungkin.

"(Karena) konsekuensi penutupan sekolah jangka panjang terlalu tinggi dan sulit untuk dibenarkan," kata UNICEF.

Saat ini, Kuba sedang berjuang menghadapi lonjakan infeksi virus corona dalam beberapa bulan terakhir akibat penyebaran varian Delta Covid-19. Kasus yang terus melonjak itu membuat sistem kesehatan di negara Karibia tersebut kewalahan.

Sejauh ini total infeksi Covid-19 di Kuba mencapai 690 ribu kasus. Sementara itu, angka kematian akibat virus serupa SARS itu mencapai 5.703 jiwa. Hampir setengah dari total kematian Covid-19 itu terjadi hanya pada bulan Agustus saja.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER