Warga Ungkap Kekejaman Pemberontak Tigray Bantai 120 Orang

CNN Indonesia | Jumat, 10/09/2021 03:45 WIB
Salah satu warga Ethiopia mengungkapkan kekejaman pemberontak Tigray saat membantai 120 orang tak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak. Foto: AFP/Yasuyoshi Chiba)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu warga di Desa Chenna, Provinsi Amhara, Ethiopia, mengungkapkan kekejaman kelompok pemberontak Tigray saat membantai 120 orang tak bersalah, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seorang warga Chenna yang selamat, Wubetu Fikremariam, bercerita bahwa pembantaian terjadi dua hari, yaitu pada 1-2 September lalu. Pemberontak Tigray menyerbu desa itu setelah tentara Ethiopia hengkang.

"Mereka (pasukan Tigray) masuk ke desa begitu tentara pergi. Mereka langsung membantai saudara-saudara kami begitu masuk desa," ujar Fikremariam kepada Reuters.


"Mereka membantai para warga seperti pembantaian domba di Tahun Baru. Mereka juga membunuh ibu yang menyusui, anak-anak, dan pendeta di gereja."

Ini merupakan pertama kalinya pasukan Tigray membunuh sejumlah besar warga sipil di Amhara.

"Sejauh ini kami telah menemukan 120 mayat. Mereka semua adalah petani yang tidak bersalah, tapi kami pikir jumlahnya mungkin lebih tinggi. Ada orang yang hilang," kata seorang pejabat lokal, Sewnet Wubalem.

Chalachew, juru bicara kota di dekat Chenna, Gondar, mengaku sudah mengunjungi area pemakaman di desa. Ia memaparkan bahwa anak-anak, perempuan, dan lansia turut serta menjadi korban pembunuhan.

Namun, Chalachew mengklaim bahwa tentara Ethiopia sudah memegang kendali atas situasi ini.

Pasukan Tigray sendiri membantah tuduhan pembunuhan ratusan warga Ethiopia di wilayah itu. Mereka menuding Pemerintah Daerah Amhara melayangkan tuduhan palsu pada kelompoknya.

Bentrokan antara pasukan Ethiopia dengan pemberontak Tigray pecah sejak bulan lalu. Pasukan daerah Ethiopia dan anggota milisi dari wilayah Amhara memang kerap berselisih karena sengketa tanah yang berlangsung puluhan tahun.

Sejak bentrokan bulan lalu, ribuan orang tewas dan lebih dari dua juta orang meninggalkan rumah mereka.

(pwn/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK