Korut: Kapal AS-Australia Bisa Picu Persaingan Senjata Nuklir

has, CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 06:52 WIB
Korut buka suara atas kesepakatan kapal selam bertenaga nuklir AS, Inggris, dan Australia. Kesepakatan dianggap itu dapat memicu persaingan senjata nuklir. Ilustrasi Korea Utara. (iStockphoto/narvikk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara turut buka suara atas kesepakatan kapal selam bertenaga nuklir antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Menurut mereka, kesepakatan itu dapat memicu persaingan senjata nuklir di kawasan.

"Ini merupakan tindakan yang tak diinginkan dan berbahaya yang akan mengecewakan keseimbangan strategis di kawasan Asia Pasifik dan memicu serangkaian persaingan senjata nuklir," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang dikutip KCNA, Senin (20/9).

Seorang kepala bagian berita internasional di Kementerian Pers dan Informasi Korut juga mengatakan bahwa, "Ini menunjukkan bahwa AS merupakan pelaku utama yang mengacaukan sistem non-proliferasi nuklir."


Para pejabat Korut melontarkan pernyataan ini setelah serangkaian uji coba rudal di kawasan Semenanjung Korea pada pekan lalu.

Pada Rabu pekan lalu, Korut menembakkan dua rudal ke laut. Beberapa jam kemudian, Korea Selatan juga menembakkan rudal balistik dari kapal selam.

Persaingan senjata ini disebut-sebut sebagai dampak dari permusuhan antara China dan AS yang kian panas beberapa waktu belakangan.

"Wajar ketika negara tetangga, termasuk China, mengecam dan menganggap tindakan ini tak bertanggung jawab karena menghancurkan perdamaian dan stabilitas di kawasan," ucap seorang pejabat Korut.

[Gambas:Video CNN]

Kesepakatan antara AS, Inggris, dan Australia ini memang dipandang sebagai cara Negeri Paman Sam untuk melawan pengaruh China di kawasan.

Dengan kesepakatan tersebut, Australia akan membuat delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi dari AS.

"Sikap AS menikam pihak lain dari belakang menunjukkan betapa AS dan pemerintahan barunya menggerus norma internasional dan sangat mengancam perdamaian dan stabilitas dunia," ucap pejabat Korut itu.

Ia kemudian mengatakan bahwa Korut juga "akan mengambil tindakan balasan jika kesepakatan itu membawa dampak sesedikit apapun terhadap negara kami."

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK