Kronologi Penembakan di Kampus Rusia Tewaskan 8 Orang

CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 17:57 WIB
Berikut kronologi penembakan oleh pelajar di kampus Rusia, yang menewaskan delapan orang. Kronologi penembakan di kampus Rusia. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Insiden penembakan yang terjadi di Universitas Perm, Urals, Rusia, pada hari ini memakan delapan korban jiwa. Berikut kronologi penembakan oleh pelajar di kampus Rusia.

Pihak universitas mengatakan bahwa ada orang tak dikenal telah memasuki kampus universitas dengan senjata tidak mematikan dan melepaskan tembakan.

"Ada penembakan dari senjata tidak mematikan di Universitas Perm, kami berada di ruang konferensi. Kami mengunci diri di sana, mahasiswa dan dosen lain berada di dalam ruang kelas lain," kata Juru Bicara Universitas, dikutip Sputnik.


"Ada sekitar 60 orang di dalam kelas. Kami menutup pintu dan membuat barikade dengan kursi," kata mahasiswa Semyon Karyakin kepada Reuters.

Penembak diduga memuntahkan peluru dari senapan ke arah para pelajar lainnya dan menyebabkan kepanikan.

Pelaku penembakan juga mengalami luka-luka selama penangkapan oleh pihak Kepolisian Rusia.

Media lokal mengidentifikasi pelaku sebagai siswa 18 tahun. Sebelumnya, pelaku dikabarkan memposting foto dirinya berpose dengan senapan, helm, dan amunisi di media sosial.

"Saya sudah memikirkan ini sejak lama, sudah bertahun-tahun dan saya menyadari saatnya telah tiba untuk melakukan apa yang saya impikan," kata pelaku di akun media sosial yang diduga miliknya, kemudian dihapus.

Pelaku menunjukkan tindakannya tidak berhubungan dengan politik atau agama, tetapi dimotivasi oleh kebencian.

Melansir TAAS, lebih dari 10 orang terluka akibat peristiwa ini. Tak hanya itu, seluruh kota dan layanan universitas disiagakan.

Hingga saat ini pihak Kepolisian Rusia masih menyelidiki motif penembakan yang dilakukan pelaku.

Kementerian Kesehatan Rusia juga menambahkan sembilan ambulans dikerahkan untuk evakuasi, dilansir The Moscow Times.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menugaskan Kepala Kementerian Pendidikan dan Sains Rusia untuk pergi ke kota Perm akibat peristiwa ini.

(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK