Donald Trump Gugat Keponakan dan Jurnalis New York Times

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 03:36 WIB
Mantan Presiden AS Donald Trump menggugat keponakannya Mary Trump, serta beberapa wartawan New York Times atas pengungkapan informasi pajaknya Mantan Presiden AS Donald Trump menggugat keponakannya dan wartawan New York Times terkait pemberitaan soal pajak. (AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden AS Donald Trump mengajukan gugatan US$100 juta terhadap keponakannya Mary Trump, serta beberapa wartawan New York Times atas pengungkapan informasi pajaknya ke pengadilan negara bagian New York, Selasa (21/9).

Trump menuduh pengungkapan informasi pajak tersebut melanggar perjanjian penyelesaian pada 2001 lalu di antara keluarga. Jurnalis New York Times Susanne Craig, David Barstow dan Russ Buettner disebut sebagai terdakwa.

"Tindakan Mary Trump dan The Times Tergugat dimotivasi, setidaknya sebagian, oleh kebencian mereka yang sebenarnya terhadap penggugat," tulis gugatan tersebut, dikutip dari CNN, Kamis (23/9).


Dalam gugatan itu, Trump mengklaim bahwa jurnalis New York Times "secara tidak adil menuai keuntungan pribadi, profesional dan/atau bisnis yang signifikan, termasuk, namun tidak terbatas pada, keuntungan finansial, ketenaran, pujian, penilaian pasar yang meningkat, peningkatan pendapatan, dan/atau kemajuan karir."

Dalam sebuah pernyataan, Mary Trump berkata, "Saya pikir dia pecundang, dan dia akan melemparkan apa pun ke dinding yang dia bisa. Ini keputusasaan. Dindingnya mendekat dan dia melempar apa pun ke dinding yang dia pikir akan menempel. Seperti yang selalu terjadi pada Donald, dia akan mencoba dan mengubah topik pembicaraan."

Juru bicara New York Times mengatakan, "liputan pajak Donald Trump membantu menginformasikan warga melalui pelaporan yang cermat tentang subjek yang mengesampingkan kepentingan publik. Gugatan ini merupakan upaya untuk membungkam organisasi berita independen dan kami berencana untuk membela diri dengan penuh semangat."

Ketiga wartawan tersebut memenangkan Hadiah Pulitzer pada 2019 lalu. Mereka menyelidiki keuangan Trump yang "menolak klaimnya atas kekayaan yang dibuat sendiri dan mengungkapkan kerajaan bisnis yang penuh dengan penghindaran pajak," menurut situs web penghargaan jurnalisme itu.

Pada saat itu, Donald Trump menolak laporan tersebut, meskipun dia tidak secara langsung membantah temuannya. Pengacara Trump Charles Harder mengatakan pada saat itu bahwa "Tuduhan The New York Times tentang penipuan dan penghindaran pajak adalah 100 persen salah, dan sangat memfitnah."

Mary Trump merupakan putri dari mendiang kakak Donald Trump, Fred Trump Jr. Ia secara terang-terangan menentang pamannya, termasuk menulis sebuah buku pada tahun 2020 yang melukiskan potret yang tak menarik dari keluarga Trump dan urusan keuangan mereka. Mary juga mengungkapkan bahwa dia adalah sumber utama untuk penyelidikan New York Times.



Melansir AFP, Trump saat ini sedang diselidiki di New York untuk penipuan pajak dan dugaan kesalahan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan keuangan Organisasi Trump.

Departemen Kehakiman pada bulan Agustus juga memerintahkan Departemen Keuangan untuk memberikan komite kongres catatan enam tahun yang telah lama ditolak oleh Trump untuk dipublikasikan.

Presiden AS tidak diwajibkan oleh hukum untuk merilis rincian keuangan pribadi mereka, tetapi setiap pemimpin AS sejak Richard Nixon telah melakukannya.

(CNN/AFP/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK