Prancis Minta Duta Besar Kembali ke Washington Pekan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 01:18 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut juga akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden untuk membahas masalah kapal selam nuklir Australia pada akhir Oktober. Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan Duta Besar Philippe Tienne kembali ke Washington, AS, minggu depan. (AP/Olivier Hoslet)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan Duta Besar Prancis untuk Amerika Serikat Philippe Tienne kembali ke Washington minggu depan. Macron telah berkomunikasi dengan Presiden AS Joe Biden untuk meredam ketegangan terkait kapal selam nuklir Australia.

Pembicaraan itu menjadi komunikasi pertama antara Macron dan Biden sejak pengumuman Australia membatalkan kontrak pembelian kapal selam Prancis sebagai bagian dari kerja sama pertahanan dengan Inggris dan AS.

"Macron telah memutuskan bahwa Duta Besar Prancis akan kembali ke Washington minggu depan. Dia kemudian akan memulai pekerjaan intensif dengan pejabat senior AS," kata pernyataan bersama itu, dikutip dari AFP, Kamis (23/9).


Macron dan Biden juga berjanji untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka berdua disebut akan bertemu di Eropa pada akhir Oktober 2021.

Pertemuan ini akan berusaha "untuk mencapai pemahaman bersama dan mempertahankan momentum dalam proses ini," kata pernyataan itu.

Ia menambahkan: "Kedua pemimpin sepakat bahwa situasi akan diuntungkan dari konsultasi terbuka di antara sekutu mengenai hal-hal yang menjadi kepentingan strategis bagi Prancis dan mitra Eropa kami."

Dikatakan Biden juga menyetujui perlunya pertahanan Eropa yang lebih kuat untuk melengkapi NATO, sebuah ide kunci yang berulang kali dilontarkan oleh Macron.

"Amerika Serikat juga mengakui pentingnya pertahanan Eropa yang lebih kuat dan lebih mampu, yang memberikan kontribusi positif bagi keamanan transatlantik dan global dan melengkapi NATO," kata pernyataan itu.



Sebelumnya, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (15/9), Australia, Inggris, dan Amerika Serikat mengumumkan kerja sama trilateral mereka, AUKUS.

Di program pertamanya, AUKUS berencana mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir untuk armada laut Australia. Kerja sama ini menimbulkan respon negatif dari berbagai pihak, seperti China dan Prancis.

Prancis kemudian menarik duta besar untuk AS dan Australia setelah dua negara tersebut bekerja sama terkait kapal selam nuklir.

(AFP/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK