Jokowi di Sidang PBB: No One is Safe until Everyone is

rds | CNN Indonesia
Kamis, 23 Sep 2021 08:19 WIB
Jokowi berpendapat cara melawan pandemi adalah memastikan seluruh negara memaksimalkan program vaksinasi dan penanganan Covid-19 lainnya dengan setara. Presiden Jokowi saat berpidato di Majelis Umum PBB Ke-75 pada 2020 melalui video. (Foto: AP/Loey Felipe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menyoroti politisasi dan diskriminasi vaksin Covid-19 yang masih terjadi di tengah pandemi.

Jokowi mengatakan kemampuan dan kecepatan negara dalam menangani Covid-19, termasuk vaksinasi, masih sangat timpang.

Sebab, berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, sudah ada 6 miliar dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan ke seluruh dunia. Namun, 80 persen dari miliaran dosis vaksin itu tersebar di negara maju dengan perekonomian menengah ke atas.


Menurut Jokowi, ketimpangan itu menjadi salah satu tantangan yang dapat memperlambat upaya global melawan pandemi virus corona.

Sebab, menurutnya, salah satu cara melawan pandemi Covid-19 adalah dengan memastikan distribusi vaksin dan alat kesehatan lainnya merata ke seluruh negara, baik ke negara besar maupun kecil.

"Kita harus berikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan
cepat, adil, dan merata. Kita tahu bahwa no one is safe, until everyone is," kata Jokowi dalam pidatonya di Majelis Umum PBB ke-76 pada Selasa (22/9) melalui rekaman video.

"Kemampuan dan kecepatan negara dalam menangani Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang. Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi," ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menuturkan perlu ada mekanisme baru untuk menggalang sumber daya kesehatan global seperti pengadaan vaksin, obat-obtan, dan alat kesehatan lainnya, secara cepat dan merata ke seluruh negara.

Ia juga menyoroti perlunya standar protokol kesehatan global demi memfasilitasi aktivitas lintas batas negara yang aman.

"Misalnya perihal krteria vaksinasi, hasil tes Covid-19, maupun status kesehatan lainnya," ucap Jokowi.

"Pemulihan perekonomian global hanya bisa berlangsung jika pandemi terkendali dan antar-negara bisa bekerja sama, saling membantu untuk pemulihan ekonomi," katanya menambahkan.

Selain soal pandemi, Jokowi turut menyinggung janji Indonesia saat menjabat sebagai Presiden G20 pada 2022 mendatang dan beberapa isu global lainnya seperti hak perempuan di Afghanistan, isu Palestina, dan situasi di Myanmar.



(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER