AS Rilis Surat Penangkapan Pacar Selebgram Petito yang Tewas

rds, CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 07:09 WIB
Kekasih Gabby Petito, selegram AS yang tewas dibunuh setelah sempat hilang, dicari polisi bukan karena kematian sang pacar. Brian Laundrie kekasih Gabby Petito. (Foto: Florida Police via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Distrik Wyoming, Amerika Serikat, merilis surat perintah penangkapan terhadap Brian Laundrie, kekasih selebgram Gabby Petito yang tewas setelah sempat dinyatakan hilang.

Surat perintah penangkapan itu keluar setelah aparat berwenang mendakwa Laundrie atas tuduhan penggunaan kartu debit bank Petito secara tidak sah. Namun, pria 23 tahun itu tidak didakwa atas kematian sang kekasih.

"Sementara surat perintah ini memungkinkan penegak hukum menangkap Laundrie, FBI dan mitra kami di seluruh negeri terus menyelidiki fakta pembunuhan Petito," kata Agen Khusus FBI Denver yang bertanggung jawab atas kasus tersebut, Michael Schneider, melalui pernyataan.


"Kami mendesak individu yang mengetahui keterlibatan Laundrie dalam kasus ini atau keberadaannya saat ini untuk segera menghubungi FBI," paparnya menambahkan seperti dikutip Reuters.

Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan Petito tewas dibunuh setelah melakukan identifikasi lebih lanjut atas temuan jasad di Wyoming yang mereka duga adalah Petito.

FBI menuturkan "penetapan awal Koroner Blue mengenai cara kematian tersebut yakni pembunuhan. Penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi akhir."

Mayat Petito ditemukan di wilayah terpencil Hutan Nasional Bridger-Teton, barat Wyoming, pada Minggu (19/9), setelah sempat hilang sejak Juli lalu.

Petito memutuskan keluar dari pekerjaan dan memilih berpetualang dengan mobil van bersama kekasihnya, Brian Laundrie, pada Juli lalu.Laundrie lantas mengabadikan momen kebersamaannya di Instagram.

Pada 1 September, Laundrie kembali ke rumahnya di North Pot, Florida, sendirian. Sepuluh hari setelah kepulangannya, keluarga Petito mengajukan laporan orang hilang ke kepolisian.

Sejak saat itu, aparat terus mencari Laundrie yang diduga memiliki informasi soal Petito. Kasus semakin rumit ketika laki-laki itu juga menghilang.

Para penyelidik akhirnya menggeledah rumah keluarga Laundrie.

Polisi sempat bertemu dengan Petito dan Laundrie di satu ruas jalan sekitar 12 Agustus lalu. Dalam video itu, Petito terlihat terisak menangis saat menceritakan pertengkaran dengan Laundrie yang diliputi kekerasan fisik.

Kepolisian Nort Port mengaku sudah menemui keluarga Laundrie. Namun, orang tuanya mengklaim sudah beberapa hari tak bertemu anak laki-lakinya itu.



(rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK