Promotor Uang Kripto Diadili karena Beri Bocoran ke Korut

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 09:21 WIB
Promotor mata uang kripto sekaligus mantan peretas Virgil Griffith diadili di pengadilan New York karena beri bocoran layanan itu ke Korut. Foto ilustrasi mata uang kripto. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Promotor mata uang kripto sekaligus mantan peretas Virgil Griffith mengakui bersalah dalam sidang pengadilan di Distrik Selatan New York pada Senin (27/).

Mengutip dari AFP, Griffith diadili di pengadilan New York karena memberikan saran dan bocoran kepada Korea Utara menggunakan mata uang virtual untuk menghindari kontrol internasional.

Griffith yang pernah tinggal di Singapura pernah meluncurkan proyek pada 2018 menyediakan layanan kepada orang-orang Korea Utara. Proyek itu untuk mengembangkan dan mendanai struktur mata uang kripto.


Keputusan itu baru akan diumumkan pada Januari 2022.

Griffith terancam hukuman penjara 20 tahun karena bekerja sama menyediakan lyanan dan membantu Korea Utara menghindari sanksi internasional.

Ia ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles pada November 2019. Griffith pernah menghadiri konferensi tentang blockchain dan mata uang virtual di Pyongyang pada April 2019.

Departemen Kejaksaan AS menerangkan, Griffith memberikan ceramah tentang pemanfaatan teknologi untuk menghindari sanksi pada konferensi di Pyongyang.

Tindakan itu merupakan pelanggaran terhadap pelarangan Departemen Keuangan AS karena mendatangkan semua barang, layanan, atau teknologi ke Kora Utara sebagai respons atas program nuklir di negara itu.

Setelah konferensi di Korut, Griffith memulai rencana untuk memfasilitasi pertukaran mata uang kripto antara Korut dan Korea Selatan, meski bantuan itu pelanggaran terhadap pelarangan.

Kejaksaan AS juga menyebut bahwa Griffith berencana melepaskan kewarganegaraan AS untuk "membeli" kewarganegaraan di negara lain.

Dijuluki sebagai "cult hacker" dalam profil di New York Times 11 tahun lalu, Griffith mendapat gelar doktor dalam bidang ilmu saraf di Institut Teknologi California.

Ia bergabung dengan perusahaan Ethereum yang berbasis di Singapura untuk mengembangkan platform berbasis blockchain yang aman dalam bisnis dan keuangan serta mempromosikan model mata uang kripto sendiri dengan nama yang sama.



(tim/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK