Takut Tenggelam, Vanuatu Desak PBB Tangani Perubahan Iklim

rds, CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 16:28 WIB
Vanuatu mendesak dunia berupaya lebih keras lagi mengatasi perubahan iklim. Ilustrasi negara kepulauan. (Foto: iStockphoto/sorincolac)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vanuatu mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serius menangani perubahan iklim demi melindungi warga negara kepulauan di Pasifik itu dari ancaman kenaikan air laut akibat pemanasan global.

Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman, juga mendesak masyarakat internasional berupaya lebih keras lagi mengatasi krisis perubahan iklim dan memperingatkan "masih banyak negara individualis yang mengabaikan dampaknya."

"Bagi kami dan negara pulau kecil serta berkembang lainya ancaman global terbesar kami yang utama adalah perubahan iklim, pengelolaan lautan kami, dan tentu saja pandemi Covid-19," kata Loughman dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB Ke-76 pada Minggu (26/9).


"Oleh karena itu, solusi kita pun harus global. Level usaha dan dukungan saat ini untuk negara berkembang yang rentan dalam mekanisme multilateral tidak cukup," paparnya menambahkan seperti dilansir CNN.

Loughman juga menegaskan kembali bahwa mereka berencana meminta pendapat Mahkamah Keadilan Internasional (ICJ) untuk mempertimbangkan melindungi hak hidup generasi saat ini dan masa depan dari ancaman perubahan iklim.

Menurut Loughman, peran ICJ adalah "menyelesaikan perselisihan hukum yang diajukan negara-negara kepada mahkamah tersebut sesuai hukum internasional."

Dorongan Vanuatu terkait penangan perubahan iklim ini muncul menjelang Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) soal Perubahan Iklim (COP26) di Skotlandia pada November mendatang.

Kepulauan Vanuatu menjadi rumah bagi hampir 250 ribu penduduk. Vanuatu menjadi satu di antara banyak negara kepulauan di Pasifik dan kawasan lainnya yang juga terancam "tenggelam" jika perubahan iklim tidak bisa dihentikan.

"Planet kita menderita dan kita perlu bertindak cepat, membangun kembali komunitas, dan bergabung dalam upaya untuk menyelamatkan planet ini, memulihkan ekonomi, dan memulihkan harapan," kata Loughman dalam pidatonya di PBB.

"Kita harus menggabungkan upaya kita mengatasi tantangan global dan memastikan tidak ada yang tertinggal," paparnya menambahkan.

Kelompok advokasi lingkungan Pasific Islands Students Fighting Climate Change menyambut dengan sangat baik pernyataan Loughman tersebut.

"Kami sangat gembira bahwa pemerintah Vanuatu telah emngumumkan akan membawa isu perubahan iklim ke Pengadilan Tertinggi Dunia (ICJ)," kata organisasi tersebut melalui unggahan Facebook.



(rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK