CIA Era Trump Sempat Berencana Bunuh Pendiri WikiLeaks

pwn, CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 21:09 WIB
Rencana pembunuhan sempat digagas sekitar 2017 lalu sebagai tanggapan atas bocoran WikiLeaks terkait alat peretas CIA yang dikenal dengan Vault 7. Julian Assange, pendiri WikiLeaks, kini mendekam di tahanan Inggris setelah diusir Kedubes Ekuador di London. (Foto: NIKLAS HALLE'N / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pejabat senior Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di era pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan sempat membahas rencana penculikan dan pembunuhan pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

Rencana yang sempat diajukan sekitar 2017 lalu itu dilakukan sebagai tanggapan atas bocoran WikiLeaks terkait alat peretas CIA yang dikenal dengan Vault 7.

Publikasi dokumen soal Vault 7 itu disebut CIA sebagai kebocoran data terburuk dalam sejarah hingga memicu amarah Direktur CIA kala itu, Mike Pompeo, dan pejabat AS lainnya.


Akibat kebocoran data itu, beberapa pejabat senior CIA dan Gedung Putih mempertimbangkan opsi menculik hingga membunuh Assange.

"Pompeo dan pemimpin CIA lainnya benar-benar sangat malu dengan kebocoran Vault 7," kata laporan Yahoo News mengutip eks pejabat keamanan nasional era Trump.

Beberapa pejabat senior di CIA dan Gedung Putih pun, kata eks pejabat senior AS kontraterorisme, bahkan mempertimbangkan opsi membunuh Assange.

"Sepertinya tidak ada batasan," katanya seperti dikutip The Guardian.

CIA menolak berkomentar atas kabar ini.

Sementara itu, pengacara Assange, Barry Pollack, menyayangkan laporan soal niat CIA itu.

"Sebagai warga negara Amerika, saya merasa sangat keterlaluan bahwa pemerintah kita akan mempertimbangkan penculikan atau pembunuhan seseorang tanpa proses peradilan hanya karena dia telah mempublikasikan informasi yang benar," katanya.

Rencana CIA tersebut berlangsung ketika Assange telah lima tahun berlindung di Kedutaan Ekuador di Inggris.

Pada 2012, Assange mengungsi di kedutaan Ekuador untuk menghindari ekstradisi ke Swedia terkait kasus pelecahan seksual.

Ia ditangkap di 2019 setelah diusir oleh kedutaan Ekuador. Kini, Assange berada ditahan di Inggris sembari menunggu ekstradisi AS.

Jaksa AS telah mendakwa Assange di bawah Undang-Undang Spionase.



(pwn/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK