Beda Panama Papers dan Pandora Papers

CNN Indonesia
Selasa, 05 Okt 2021 15:03 WIB
Sebelum Pandora Papers, sempat muncul pula bocoran dokumen dari Panama Papers, apa bedanya? Ilustrasi dollar AS. Beda Panama Papers dan Pandora Papers. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dunia dibuat gempar oleh laporan Konsorsium Internasional Jurnalis Investigasi (IJIC) yang berisi data-data kekayaan di surga pajak mulai dari pemimpin dunia hingga artis ternama, yang disebut Pandora Papers.

Sebelumnya, laporan serupa juga pernah terjadi pada 2016 dengan nama Panama Papers. Ketika itu, sebanyak 11,5 juta data dari firma hukum offshore, Mossack Fonseca, bocor.

Kedua dokumen itu memiliki kesamaan yakni melaporkan para elitis, informasi perusahaan hingga nama pemilik yang memiliki perusahaan cangkang di kawasan surga pajak.


Lalu apa beda Pandora Papers dengan Panama Papers?

Secara umum beda Panama Papers dan Pandora Papers di antaranya Pandora Papers merangkum 2,95 terabyte mengenai bisnis para elite dunia dari 200 negara di situs resmi ICIJ.

Di daerah surga pajak, para elite membentuk perusahaan atau jaringan bisnis lain untuk memberi properti atau menyembunyikan aset di negara lain. Praktik ini diterapkan untuk menghindari pajak.

Beberapa pejabat atau politikus di Indonesia juga tercantum dalam Pandora Papers, salah satunya Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut disebut menjabat di salah satu perusahaan cangkang yang terdaftar di Panama, Petrocapital S.A.

Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, membenarkan atasannya sempat menjabat sebagai direktur utama petrocapital SA pada 2007 hingga 2010.

Selain Luhut, ada sederet pemimpin dunia lain. Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, diduga diam-diam memiliki jariangan perusahaan offshore. Lingkaran terdekat Perdana Menteri Pakitsan, Imran Khan juga dikabarkan memiliki perusahaan dan perwalian yang memegang jutaan dolar.

Lainnya, seperti Perdana Menteri Ceko Andrej Babus, Pemimin Yordania Raja Abdullah II, dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Penyelidikan tersebut berdasarkan kebocoran data rahasia dari 14 perusahaan layanan keuangan di surga pajak. Perusahaan itu menyediakan jasa bagi individu atau korporasi yang ingin membangun perusahaan cangkang atau jaringan bisnis di surga pajak.

Data yang dihimpun ICIJ mengandung informasi dari perusahaan di surga-surga pajak, seperti British Virgin Islands, Seychelles, Hong Kong, Belize, Panama, South Dakota, dan kawasan rahasia lainnya.

Perusahaan itu menawarkan jasa merahasiakan identitas dari publik atau regulator negara. Kerap, perusahaan itu membantu pembukaan akun di bank di berbagai negara dengan regulasi finansial tak ketat.

Di surga pajak tak ada aturan pajak, kalaupun ada hanya sedikit.

Menurut IJIC, perusahaan offshore itu memberi layanan untuk 336 politikus, yang berbasis di Panama, Alcogal, Trident Trust melayani klien pejabat dan politikus paling banyak yaitu 161 dan 97 orang.

Perbedaannya dengan Panama Papers, baca di halaman berikutnya...



HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER