Jumlah Warga Afghanistan yang Kabur ke Perbatasan Iran Naik

CNN Indonesia
Minggu, 10 Okt 2021 04:36 WIB
Jumlah warga Afghanistan yang berusaha melintasi perbatasan ke Iran telah melonjak sejak Taliban berkuasa hampir dua bulan lalu. Jumlah warga Afghanistan yang berusaha melintasi perbatasan ke Iran telah melonjak sejak Taliban berkuasa hampir dua bulan lalu.Ilustrasi. (AFP/BULENT KILIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah warga Afghanistan yang berusaha melintasi perbatasan ke Iran telah melonjak sejak Taliban berkuasa hampir dua bulan lalu. Namun, tetapi hanya sedikit yang berhasil menyeberang.

Sebelum Taliban berkuasa pada 15 Agustus, sekitar 1.000 hingga 2.000 orang menyeberang ke Iran melalui stasiun perbatasan Zaranj di provinsi barat daya Nimroz setiap bulan.

Namun, komandan perbatasan untuk provinsi Nimroz, Mohammad Hashem Hanzaleh mengatakan kepada AFP pekan ini jumlah orang yang berusaha menyeberang telah melonjak menjadi antara 3.000 dan 4.000 setiap hari.


Kenaikan itu terjadi ketika krisis ekonomi dan kemanusiaan yang menghancurkan menyerang Afghanistan. Kondisi ini ditambah dengan peringatan PBB bahwa sepertiga dari populasi menghadapi ancaman kelaparan.

Tetapi Hanzaleh mengatakan bahwa sangat sedikit yang memiliki surat-surat yang harus dilintasi.

Pedagang dan orang yang memegang visa tinggal, serta mereka yang memiliki visa untuk mencari perawatan medis, tidak dicegah oleh pasukan Iran. Dia menambahkan bahwa sekitar 5-600 orang diizinkan melintas setiap hari.

Bagi mereka tanpa surat-surat mereka mencoba untuk menyeberang, pengalaman bisa mengerikan.

Hayatullah, mengenakan sorban seperti handuk dan janggut abu-abu, memamerkan tangannya yang terluka, dengan darah gelap merembes melalui perban.

"Tentara Iran mengambil uang kami. Mereka memukul tangan kami, mereka merobek tangan kami," katanya.

Mohammad Nasim mengatakan dia telah digagalkan tiga kali setelah mencoba memanjat tembok perbatasan.

Dua malam sebelumnya, dia mengatakan penjaga perbatasan Iran telah melepaskan tembakan dan membunuh dua orang yang mencoba menyeberang, termasuk salah satu temannya.

Namun, hal itu tidak menghentikannya untuk kembali pada malam berikutnya. Walau akhirnya hanya untuk ditangkap dan dipukuli.

Ketika para penjaga bertanya mengapa dia mencoba menyeberang tanpa dokumen.

"Jika Anda melihat kemiskinan, kelaparan dan kesengsaraan bangsa kita, maka Anda akan pergi ke sisi lain perbatasan juga," jawab Nasim.

"Kami tidak punya solusi lain," pungkasnya.

(AFP/age)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER