KILAS INTERNASIONAL

Saudi Terima Jemaah RI sampai Bapak Nuklir Pakistan Meninggal

rds | CNN Indonesia
Senin, 11 Okt 2021 06:15 WIB
Arab Saudi mulai terima jemaah umrah RI sampai respons Taiwan soal pernyataan unifikasi Presiden Xi Jinping meramaikan berita internasional selama akhir pekan. Arab Saudi mulai menerima jemaah umrah dari Indonesia. (Foto: AFP/BANDAR AL-DANDANI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa meramaikan berita internasional selama akhir pekan kemarin mulai dari Arab Saudi resmi menerima jemaah umrah Indonesia, Kanselir Austria mundur, bapak program nuklir Pakistan meninggal dunia.


1. Umat Islam Indonesia Sudah Bisa Umrah Lagi

Umat Islam di Indonesia sudah bisa menunaikan ibadah umrah lagi di Tanah Suci, mengacu pada nota diplomatik yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi melalui duta besarnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, izin umrah diberikan menyusul laju penularan Covid-19 di Indonesia mulai membaik.


"Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umroh bagi jamaah Indonesia," ujar Retno dalam jumpa pers daring, Sabtu (9/10).

Retno menyebut, Komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia saat ini sedang meminimalisir beberapa hambatan pembukaan kembali pelaksanaan umrah untuk jemaah dari Indonesia.

Retno berkata, pembahasan teknis yang berkaitan dengan vaksin dan proses karantina saat ini masih dalam diskusi tahap akhir.


2. Sebastian Kurz Mengundurkan Diri Sebagai Kanselir Austria

Sebastian Kurz mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kanselir Austria pada Sabtu (9/10) waktu setempat.

Dilansir dari AFP, Kurz mundur sebagai Kanselir Austria menyusul tekanan yang dia hadapi setelah dirinya terlibat dalam skandal korupsi.

Dalam pernyataan pers yang disiarkan televisi, Kurz mengatakan dia ingin menyediakan 'ruang' untuk agar negara tersebut memiliki pemerintahan yang stabil.

Kurz mengatakan bahwa dia mengusulkan Menteri Luar Negeri Alexander Schallenberg sebagai penggantinya.


3. Bapak Bom Nuklir Pakistan Abdul Qadeer Khan Meninggal Dunia

Pendiri program senjata nuklir Pakistan, Abdul Qadeer Khan, meninggal dunia pada usia 85 tahun. Ia meninggal dunia di rumah Rumah Sakit KRL, Islamabad, karena mengidap Covid-19.

Mengutip AFP, Minggu (10/10), Khan meninggal setelah dipindahkan ke rumah sakit tersebut karena paru-parunya bermasalah. Perdana Menteri Imran Khan langsung menyampaikan duka cita melalui Twitter.

"Turut berduka cita atas meninggalnya Dr A Q Khan. Dia dicintai oleh bangsa kita karena kontribusinya yang sangat penting dalam menjadikan kita negara bersenjata nuklir," kicau Imran.


4. Dibujuk China 'Rujuk', Presiden Taiwan Janji Bela Demokrasi

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji untuk membela kedaulatan dan demokrasi wilayahnya, seperti yang diungkapkan dalam pidatonya di Hari Nasional Taiwan pada Minggu (10/10).

Ia mengakui bahwa pulau itu akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks dan berat dari sebelumnya, mengingat ketegangan dengan China sedang meningkat.

"Namun, ketika menyangkut kedaulatan Taiwan, tidak ada kata mundur," kata dia seperti yang dikutip Reuters.

Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping berjanji akan mengejar reunifikasi atau penyatuan kembali dengan Taiwan. Namun,proses "rujuk" ini akan dilakukan dengan cara damai.

(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER