ASEAN Disebut Enggan Undang Junta Militer Myanmar ke KTT

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 23:44 WIB
Para Menteri Luar Negeri ASEAN disebut akan menggelar pertemuan khusus membahas KTT tanpa mengundang junta militer Myanmar . Ilustrasi para pemimpin ASEAN. Mereka diklaim enggan undang junta militer Myanmar ke KTT. (Arsip Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para Menteri Luar Negeri Perserikatan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) disebut akan menggelar pertemuan khusus membahas konferensi tingkat tinggi (KTT) tanpa mengundang junta militer Myanmar.

Reuters melaporkan, sumber yang berbasis di negara Asia Tenggara mengatakan pertemuan virtual yang sebelumnya tidak terjadwal akan digelar besok, Jumat (15/10). Pertemuan disebut digelar Brunei Darussalam selaku ketua ASEAN termasuk diplomat dan pejabat lain.

Juru Bicara Junta Militer, Zaw Min Tun, tak merespons ketika dimintai tanggapan soal pertemuan tersebut. Pemerintah Brunei juga tak menjawab pertanyaan.


Utusan ASEAN untuk Myanmar, Erywan Yusof, mengonfirmasi beberapa negara anggota, yang terlibat dalam diskusi mendalam mengenai pemimpin kudeta Myanmar, Min Aung Hlaing, yang tak akan diundang pada KTT ASEAN 26-28 Oktober ini.

Dia mempertanyakan komitmen junta dalam proses penerapan lima konsensus seperti mengakhiri kekerasan dan membuka akses bantuan. Junta juga disebut tak mengizinkan Yusof bertemu penasihat negara sekaligus Ketua Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi, yang kini menjadi tahanan rumah oleh militer.

Yusof mengatakan pihaknya tengah berkonsultasi dengan partai-partai di Myanmar. Ia mengaku tak memihak atau berada di posisi tertentu dalam konflik tersebut dan sampai saat ini masih mengharapkan kunjungan.

Sejumlah negara ASEAN telah melontarkan kritik tehadap junta lantaran lambannya progres mengatasi krisis politik dan kemanusiaan sebagaimana tercantum dalam lima konsensus yang disepakati di Jakarta, April lalu.

Myanmar berada dalam kekacauan usai militer melancarkan kudeta pada 1 Februari lalu. Mereka juga menangkap presiden dan petinggi pemerintah lain.

Tak hanya itu, siapa saja yang menentangnya tak segan untuk ditangkap bahkan tak segan dibunuh.

Perlawanan pun muncul. Mulai dari gerakan pembangkangan sipil hingga milisi rakyat yang membuat senjata dengan bahan apa adanya.

Tindakan junta itu, juga menjadi sorotan internasional. Banyak pihak yang menyerukan penghentian kekerasan dan krisis politik di Myanmar. Namun, junta mengabaikan peringatan mereka.

Sejauh ini, menurut lembaga pemantau Hak Asasi Manusia (HAM), Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) Myanmar jumlah korban tewas selama kudeta mencapai 1.170, sementara yang ditangkap sebanyak 8.890 orang.



(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK