Taliban Recok, Maskapai Pakistan Setop Terbang ke Afghanistan

CNN Indonesia
Jumat, 15 Oct 2021 14:44 WIB
Maskapai Pakistan International Airlines (PIA) menghentikan penerbangan ke Kabul, Afghanistan, pada Kamis (14/10) karena Taliban terlalu ikut campur. Maskapai Pakistan International Airlines (PIA) menghentikan penerbangan ke Kabul, Afghanistan, pada Kamis (14/10) karena Taliban terlalu ikut campur. (AFP/Karim Sahib)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai Pakistan International Airlines (PIA) menghentikan penerbangan ke Kabul, Afghanistan, pada Kamis (14/10) karena Taliban terlalu ikut campur.

"Kami menangguhkan operasi penerbangan kami ke Kabul mulai hari ini karena pihak berwenang (Taliban) yang terlalu mengontrol," kata juru bicara PIA, sebagaimana dilansir Reuters.

Penangguhan ini terjadi setelah pemerintah Taliban meminta pihak maskapai untuk menurunkan harga tiket mereka ke tingkat sebelum mereka berkuasa di Afghanistan.


Taliban bahkan mengancam akan memblokir operasional penerbangan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air bila mereka tidak menurunkan harga tiket yang dinilai terlalu mahal.

Kementerian Transportasi Afghanistan menyatakan, harga rute penerbangan harus "disesuaikan dengan kondisi tiket sebelum kemenangan Emirat Islam." Bila tidak, penerbangan akan dihentikan.

Saat ini, harga tiket PIA untuk penerbangan dari Afghanistan ke Ibu Kota Pakistan, Islamabad, mencapai $2.500 atau setara Rp35 juta.

Sebelumnya, harga tiket penerbangan dengan rute yang sama berkisar dari $120 (setara Rp1,6 juta) hingga $150 (setara Rp2,1 juta). Kenaikan harga ini terjadi karena sebagian besar maskapai pesawat tak lagi beroperasi di Afghanistan.

Sementara itu, pihak PIA menyampaikan bahwa maskapainya mempertahankan penerbangan ke Afghanistan karena alasan kemanusiaan.

Perusahaannya juga membayar asuransi sebesar $400 ribu (setara Rp5,6 miliar) karena pihak asuransi menganggap Kabul sebagai wilayah perang.

Tak hanya itu, PIA juga mengklaim staf mereka di Kabul kerap menghadapi intimidasi dan perubahan izin penerbangan di menit-menit terakhir oleh pihak Taliban.

Perwakilan Pakistan juga pernah ditodong senjata selama berjam-jam oleh Taliban. Mereka baru dibebaskan ketika Kedutaan Pakistan di Kabul turun tangan.

Sementara itu, permintaan penerbangan di Afghanistan kian meningkat akibat ancaman krisis ekonomi dan masa depan pemerintahan Taliban. Kantor paspor di Kabul juga dikepung oleh orang-orang yang membutuhkan dokumen perjalanan.

Penerbangan di Kabul juga kerap digunakan pejabat internasional dan sukarelawan untuk bepergian.

(pwn/has/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER