Covid 'Menggila' Lagi di Negara-negara Eropa dan Penyebabnya

CNN Indonesia
Kamis, 21 Okt 2021 10:34 WIB
Covid-19 'menggila' lagi di Inggris, Jerman, Rusia, dan sejumlah negara Benua Eropa lainnya. Kasus Covid di Jerman kembali naik. (AFP/ODD ANDERSEN)

Belgia

Kasus harian positif Covid-19 di Belgia mencapai 3.854 pada Selasa (19/10). Mengutip dari Associated Press, salah satu penyebab angka di Belgia kian tinggi adalah karena penyebaran varian Delta di kalangan anak muda.

Namun, peningkatan ini masih dibilang kecil mengingat dulu Belgia pernah menjadi titik panas penyebaran Covid-19. Pada 29 Oktober 2020, kasus harian Covid-19 di negara ini mencapai lebih dari 23 ribu.

Republik Ceko

Mengutip Fox, peningkatan harian kasus Covid-19 di Republik Ceko mencapai 3.246 pada Selasa (19/10). Angka ini dua kali lipat lebih besar dari seminggu lalu.


Kementerian Kesehatan Republik Ceko juga menyatakan bahwa angka tadi merupakan angka tertinggi sejak 20 April.

Lonjakan kasus harian Covid-19 di negara ini juga diikuti dengan meningkatnya pasien rawat inap dan meninggal dunia akibat infeksi virus. Sebanyak 620 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit Republik Ceko pada Selasa (19/10), sekitar 100 di antaranya dalam kondisi serius.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ostrava sekaligus Ahli Epidemiologi di Republik Ceko menyatakan bahwa ada tiga faktor yang membuat negara ini mengalami kenaikan kasus harian Covid-19, dikutip dari CNN.

Pertama, pemerintah negara ini tidak mendengarkan penasehat mereka, salah satunya adalah menolak mewajibkan penggunaan masker kala musim panas. Kedua, dibukanya berbagai toko menjelang Natal 2020. Terakhir, kegagalan pemerintah dalam mengantisipasi varian baru virus corona yang bermunculan sejak Januari.

Slovenia

Slovenia juga masuk dalam negara Eropa yang mengalami kenaikan angka kasus positif Harian. Pada Selasa (19/10), kasus harian Covid-19 di negara ini mencapai 1.669.

Perdana Menteri Slovenia Janez Jansa pada Senin (18/10) menyalahkan meningkatnya infeksi Covid-19 di negara itu terjadi akibat bentrok yang terjadi antara polisi dan orang yang menentang pembatasan dan vaksinasi kala demo.

Demo yang dilakukan pada Selasa (5/10) lalu mengkritik kebijakan pemerintah Slovenia yang mewajibkan pegawai negeri sipilnya untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes PCR negatif sebelum masuk ke kantor, bersumber dari Associated Press.

Polandia

Polandia menjadi negara yang juga mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Pada Selasa (19/10), tambahan kasus positif Covid-19 di negara itu mencapai 3.930.

"Selama dua hari terakhir kami melihat ledakan (infeksi) pandemi," tutut Menteri Kesehatan Polandia Adam Niedzielski dalam CTV News.

"Kami mengalami peningkatan (infeksi) dari minggu ke minggu sebesar 85 persen dan lebih dari 100 persen."

Beberapa alasan lonjakan kasus infeksi virus corona terjadi di Polandia adalah program vaksinasi di negara itu melambat secara signifikan, dan banyak orang mengabaikan pembatasan yang berlaku karena jumlah kasus yang sebelumnya rendah.

Niedzielski juga mengimbau masyarakat Polandia untuk menggunakan masker di ruang tertutup dan mendapatkan vaksinasi Covid-19. Menurut Our World in Data, sebanyak 52 persen populasi di negara itu mendapatkan vaksinasi penuh, menyisakan hampir setengah warganya belum divaksin.

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER