Angka Covid Meroket Lagi, China Batalkan Ratusan Penerbangan

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 19:34 WIB
Pihak berwenang China membatalkan ratusan penerbangan menyusul kasus Covid-19 baru yang kembali meroket, Kamis (21/10). Foto ilustrasi, Kota Lanzhou, China. (Istockphoto/Roberto Lo Savio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang China membatalkan ratusan penerbangan menyusul kasus Covid-19 baru yang kembali meroket, Kamis (21/10).

Menurut data pelacak penerbangan VariFlight, bandara di daerah yang memiliki kasus Covid-19 telah membatalkan ratusan penerbangan.

Sekitar 60 persen penerbangan dari dua bandara utama di Xi'an dan Lanzhou telah dibatalkan, demikian dikutip AFP.


Erenhot di Mongolian Dalam mengatakan larangan perjalanan masuk dan keluar di kota tersebut. Selain itu, penduduk juga tidak diperbolehkan meninggalkan rumahnya.

Kemarin pada Rabu (20/10) lalu, salah satu media China, Global Times, memperingatkan kasus baru di Mongolia kemungkinan akan mempengaruhi impor batubara karena gangguan rantai pasokan.

Beijing telah mempertahankan aturan nol Covid dengan menutup perbatasan secara ketat dan menetapkan penguncian wilayah. Bahkan, saat negara lain mencoba melonggarkan pembatasan.

China disebut berhasil menangani pandemi Covid-19. Namun, dalam rentang waktu 2021 ini, Beijing beberapa kali mengalami lonjakan kasus. Kali ini, mereka mencatat lima hari berturut-turut kasus Covid-19 baru.

Penyebaran Covid-19 itu bermula dari sepasang lansia yang tergabung dalam rombongan wisatawan. Mereka memulai perjalanan itu dari Shanghai sebelum terbang ke Xian, Provinsi Gansu dan Mongolia Dalam.

Puluhan kasus di China dikaitkan dengan perjalanan mereka. Setidaknya lima provinsi dan wilayah termasuk di ibu kota China, Beijing, yang dilaporkan kontak dekat dengan mereka.

Pemerintah pun mengambil langkah tegas dengan meningkatkan kontrol agar virus itu tak semakin meluas.

Mereka melakukan tes massal dan menutup tempat-tempat yang memicu keramaian seperti wisata, sekolah tempat hiburan di area yang terdampak.

Mereka juga memberlakukan penguncian wilayah dengan dengan merumahkan pada penduduk.

Namun, lockdown kali ini tak seluas seperti saat kasus Covid-19 pertama ditemukan.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 12 kasus lokal Covid-19 baru hari ini, Kamis (21/10).

Beberapa wilayah juga melaporkan adanya kasus Covid-19 lokal. Kota Hebei di Provinsi Xingtai melaporkan kasus dua kasus lokal tanpa gejala kemarin, Rabu (20/10).

Di Provinsi Gansu, ada 9 kasus Covid-19 yang dilaporkan pekan lalu. Pemerintah daerah lalu menutup pembelajaran tatap muka langsung dari sekolah dasar hingga menengah di kota Lanzhou dan satu kabupaten di Jiuquan.



(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER