Sejak kemunculan Covid-19 dua tahun lalu, virus ini bermutasi menjadi beberapa jenis dan ditemukan di sejumlah negara. Bahkan, salah satu variannya, varian Delta meluluhlantakkan hampir seluruh negara di dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasi varian-varian virus corona itu menjadi beberapa bagian. Seperti Varian of Concern atau varian yang diwaspadai, Varian of Interest atau varian yang diperhatikan dan Variant of under Monitoring yang paling dipantau.
Menurut laman resmi WHO, ada puluhan varian yang muncul sejak pandemi merebak dan terbagi dalam klasifikasi tersebut. Berikut beberapa negara yang mendeteksi varian baru Covid, yang dirangkum CNNIndonesia.com
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Rusia
Baru-baru ini, Rusia menemukan varian virus corona yang disebut lebih ganas dari varian Delta yakni Hingga kini ada sejumlah varian Covid-19 sejak virus itu menyebar ke berbagai negara.
Peneliti senior organisasi pemantau konsumen negara, Kamil Khafizov, mengatakan mutasi Covid-19 itu dikenal dengan nama AY.4.2 yang dikhawatirkan akan menyebar luas.
Varian itu disebut menjadi pemicu lonjakan kasus di Rusia. Belakangan negara ini, mencatat rekor kasus harian dan kematian akibat Covid-19.
Meski penularannya cenderung lamban, Khafizov mengingatkan varian ini bisa menggantikan varian Delta.
2. India
Mulai April lalu dan beberapa bulan setelahnya, India dibuat kelimpungan akibat Covid-19 yang disebut dipicu Varian Delta.
India pertama kali mendeteksi viaran Delta atau B.1.617.2 pada Oktober 2020. Varian ini pula yang menjadi penyebab gelombang kedua pandemi di New Delhi. Kasus harian Covid-19 di negara tersebut bahkan bisa mencapai ratusan ribu.
Varian Delta disebut lebih mudah menular. Gejala varian ini dilaporkan lebih parah dari virus aslinya. Diantaranya peningkatan gangguan pendengaran, sakit perut parah dan mual. Dalam banyak kasus pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan perawatan oksigen.
Selang beberapa bulan, India juga mendeteksi Varian Delta Plus dan varian Kappa atau B.1.617.1.
3. Inggris
Inggris mendeteksi varian Alpha atau B.1.1.7 pada September 2020. WHO kemudian mengklasifikasikan varian ini ke dalam varian of concern.
Varian ini disebut 30 hingga 70 persen lebih mematikan.
Afrika Selatan melaporkan varian virus corona yakni Varian Beta atau B.1.351 pada Mei 2020 lalu.
varian ini memiliki garis keturunan yang sama dengan varian asal Inggris. Namun, keduanya berbeda secara filogenetik dan muncul secara independen.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
5. Brasil
Brasil mendeteksi varian Gamma atau P.1 pada November 2020 lalu. Namun laporan pertama justru muncul dari Jepang, saat varian itu menginfeksi wisatawan dari Brasil.
Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan varian ini lebih mudah menular dan menyebar, Dampak arian ini mirip campak dan bisa menginfeksi tubuh hanya dengan berpapasan.
Namun, varian ini masih tergolong dalam Variant of Interest (VoI). Artinya varian Kappa terindikasi memiliki perubahan terkait sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus dalam menghindari imunitas sehingga perlu diteliti lebih jauh.
6. Jepang
Pada Januari 2021, Jepang mendeteksi varian Covid-19 yang disebut varian R.1. Varian ini mengandung mutasi yang memungkinkan menembus perlindungan antibodi bahkan bagi mereka yang sudah divaksin lengkap.
Menurut Outbrek.Info ada 10.567 kasus R.1 yang terdeteksi di seluruh dunia.
7. Kolombia
Varian Covid-19 B.1.621 atau Mu pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari lalu. Strain ini tergolong dalam kategori "variant of Interest (VOI)."
Sejauh ini, ada 40 negara yang terpapar varian covid tersebut termasuk di Jepang. Varian ini disebut banyak ditemukan di Amerika Serikat dan Eropa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mutasi varian itu mengindikasikan risiko kebal terhadap vaksin. Namun, untuk lebih memahami varian Mu, mereka meminta studi lanjutan.
8. Indonesia
Indonesia juga menemukan varian virus corona yang diberi tanda B1.466.2 yang masuk dalam daftar pantau oleh WHO.
B1.466.2 pertama kali ditemukan di Bekasi pada 12 November 2020 dan dipantau WHI sejak April lalu.
Varian itu sudah menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, B1.466.2 juga terdeteksi di Australia dan Jepang.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan varian ini bahkan sempat menyebar secara masif di Indonesia sebelum varian Delta melanda negara ini.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak kemunculan Covid-19 dua tahun lalu, virus ini bermutasi menjadi beberapa jenis dan ditemukan di sejumlah negara. Bahkan, salah satu variannya, varian Delta meluluhlantakkan hampir seluruh negara di dunia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasi varian-varian virus corona itu menjadi beberapa bagian. Seperti Varian of Concern atau varian yang diwaspadai, Varian of Interest atau varian yang diperhatikan dan Variant of under Monitoring yang paling dipantau.
Menurut laman resmi WHO, ada puluhan varian yang muncul sejak pandemi merebak dan terbagi dalam klasifikasi tersebut. Berikut beberapa negara yang mendeteksi varian baru Covid, yang dirangkum CNNIndonesia.com
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Rusia
Baru-baru ini, Rusia menemukan varian virus corona yang disebut lebih ganas dari varian Delta yakni Hingga kini ada sejumlah varian Covid-19 sejak virus itu menyebar ke berbagai negara.
Peneliti senior organisasi pemantau konsumen negara, Kamil Khafizov, mengatakan mutasi Covid-19 itu dikenal dengan nama AY.4.2 yang dikhawatirkan akan menyebar luas.
Varian itu disebut menjadi pemicu lonjakan kasus di Rusia. Belakangan negara ini, mencatat rekor kasus harian dan kematian akibat Covid-19.
Meski penularannya cenderung lamban, Khafizov mengingatkan varian ini bisa menggantikan varian Delta.
2. India
Mulai April lalu dan beberapa bulan setelahnya, India dibuat kelimpungan akibat Covid-19 yang disebut dipicu Varian Delta.
India pertama kali mendeteksi viaran Delta atau B.1.617.2 pada Oktober 2020. Varian ini pula yang menjadi penyebab gelombang kedua pandemi di New Delhi. Kasus harian Covid-19 di negara tersebut bahkan bisa mencapai ratusan ribu.
Varian Delta disebut lebih mudah menular. Gejala varian ini dilaporkan lebih parah dari virus aslinya. Diantaranya peningkatan gangguan pendengaran, sakit perut parah dan mual. Dalam banyak kasus pasien yang dirawat di rumah sakit memerlukan perawatan oksigen.
Selang beberapa bulan, India juga mendeteksi Varian Delta Plus dan varian Kappa atau B.1.617.1.
3. Inggris
Inggris mendeteksi varian Alpha atau B.1.1.7 pada September 2020. WHO kemudian mengklasifikasikan varian ini ke dalam varian of concern.
Varian ini disebut 30 hingga 70 persen lebih mematikan.
Brasil mendeteksi varian Gamma atau P.1 pada November 2020 lalu. Namun laporan pertama justru muncul dari Jepang, saat varian itu menginfeksi wisatawan dari Brasil.
Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan varian ini lebih mudah menular dan menyebar, Dampak arian ini mirip campak dan bisa menginfeksi tubuh hanya dengan berpapasan.
Namun, varian ini masih tergolong dalam Variant of Interest (VoI). Artinya varian Kappa terindikasi memiliki perubahan terkait sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus dalam menghindari imunitas sehingga perlu diteliti lebih jauh.
6. Jepang
Pada Januari 2021, Jepang mendeteksi varian Covid-19 yang disebut varian R.1. Varian ini mengandung mutasi yang memungkinkan menembus perlindungan antibodi bahkan bagi mereka yang sudah divaksin lengkap.
Menurut Outbrek.Info ada 10.567 kasus R.1 yang terdeteksi di seluruh dunia.
7. Kolombia
Varian Covid-19 B.1.621 atau Mu pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari lalu. Strain ini tergolong dalam kategori "variant of Interest (VOI)."
Sejauh ini, ada 40 negara yang terpapar varian covid tersebut termasuk di Jepang. Varian ini disebut banyak ditemukan di Amerika Serikat dan Eropa.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mutasi varian itu mengindikasikan risiko kebal terhadap vaksin. Namun, untuk lebih memahami varian Mu, mereka meminta studi lanjutan.
8. Indonesia
Indonesia juga menemukan varian virus corona yang diberi tanda B1.466.2 yang masuk dalam daftar pantau oleh WHO.
B1.466.2 pertama kali ditemukan di Bekasi pada 12 November 2020 dan dipantau WHI sejak April lalu.
Varian itu sudah menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, B1.466.2 juga terdeteksi di Australia dan Jepang.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan varian ini bahkan sempat menyebar secara masif di Indonesia sebelum varian Delta melanda negara ini.