Tiga Orang Tewas dalam Protes Kudeta Milter Sudan

Reuters | CNN Indonesia
Senin, 25 Oct 2021 23:40 WIB
Gelombang protes muncul usai penahanan Perdana Menteri SudanAbdalla Hamdok dalam kudeta pada Senin (25/10). Gelombang protes muncul usai penahanan Perdana Menteri SudanAbdalla Hamdok dalam kudeta pada Senin (25/10). (Foto: REUTERS/EL TAYEB SIDDIG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas ditembak oleh angkatan bersenjata selama aksi protes menentang kudeta militer di Sudan.

Mereka juga mencatat setidaknya 80 orang terluka saat bentrok dengan angkatan bersenjata.

Sebelumnya, Pasukan militer gabungan dilaporkan menjadi dalang penahanan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dalam kudeta pada Senin (25/10).


Sejumlah sumber pemerintah melaporkan kepada CNN bahwa kejadian itu berlangsung ketika sejumlah pejabat telah ditahan di penjara oleh kelompok tak dikenal yang mengenakan seragam polisi militer.

Para pejabat yang ditangkap itu termasuk para menteri kabinet dan anggota Dewan Kedaulatan Sudan.

Sejumlah saksi mata menuturkan pada Senin pagi para demonstran berkumpul di jalanan Ibu Kota untuk memprotes penahanan para pejabat.

Kudeta ini merupakan imbas dari krisis politik yang terjadi di negara Afrika Utara itu selama bertahun-tahun.

Pasukan utusan Amerika Serikat mengatakan telah menghubungi Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok setelah militer mengambil alih pemerintahan transisi, tetapi tidak dapat menghubunginya.

Sejak kudeta April 2019 berhasil menggulingkan mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir, militer dan kelompok masyarakat sipil pro-demokrasi terus berselisih memperebutkan kursi pemerintahan meski telah sepakat berdamai dan membagi kekuasaan.

Namun, para pemimpin dari kelompok sipil menilai militer Sudan berupaya meraih kekuasaan yang lebih besar. Pertentangan kemudian menjadi salah satu alasan terjadinya kudeta pemerintahan di negara itu.

Pada 16 Oktober lalu, ribuan orang berkumpul di Istana Kepresidenan Khartoum untuk menyerukan transisi pemerintah Sudan dengan meminta militer mengambil-alih kekuasaan.

Pendemo meminta Kepala Angkatan Bersenjata Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Dewan Kedaulatan Sudan yang terdiri dari kelompok militer dan sipil untuk menggulingkan pemerintahan.

Pada Kamis (21/10) demonstrasi kembali terjadi di kota-kota besar Sudan untuk menyerukan turunnya penguasa dan menyatakan dukungan mereka pada pihak sipil.

(Reuters/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER