Kronologi Kudeta Militer Sudan hingga PM Jadi Tahanan Rumah

pwn | CNN Indonesia
Senin, 25 Oct 2021 14:36 WIB
Kudeta Sudan terjadi imbas dari krisis politik yang terjadi di negara Afrika Utara itu selama bertahun-tahun. Demo pro-militer dan pro-sipil sebelum terjadi kudeta militer di Sudan. (AFP/ASHRAF SHAZLY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan militer gabungan dilaporkan menjadi dalang penahanan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dalam kudeta pada Senin (25/10).

Kudeta ini merupakan imbas dari krisis politik yang terjadi di negara Afrika Utara itu selama bertahun-tahun.

Sejak kudeta April 2019 berhasil menggulingkan mantan Presiden Sudan Omar al-Bashir, militer dan kelompok masyarakat sipil pro-demokrasi terus berselisih memperebutkan kursi pemerintahan meski telah sepakat berdamai dan membagi kekuasaan.


Namun, para pemimpin dari kelompok sipil menilai militer Sudan berupaya meraih kekuasaan yang lebih besar. Pertentangan kemudian menjadi salah satu alasan terjadinya kudeta pemerintahan di negara itu.

Pada 16 Oktober lalu, ribuan orang berkumpul di Istana Kepresidenan Khartoum untuk menyerukan transisi pemerintah Sudan dengan meminta militer mengambil-alih kekuasaan.

Pendemo meminta Kepala Angkatan Bersenjata Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Dewan Kedaulatan Sudan yang terdiri dari kelompok militer dan sipil untuk menggulingkan pemerintahan.

Pada Kamis (21/10) demonstrasi kembali terjadi di kota-kota besar Sudan untuk menyerukan turunnya penguasa dan menyatakan dukungan mereka pada pihak sipil.

Pendemo meneriakkan slogan anti-militer dan mengibarkan bendera. Demonstrasi ini dilakukan untuk membalas demonstrasi para pendukung kubu militer.

Pada Senin (25/10), angkatan bersenjata Sudan mengepung rumah PM Hamdok di Ibu Kota Khartoum dan menjadikan sang pemimpin sebagai tahanan rumah.

Di hari yang sama, militer juga menyandera beberapa pejabat pemerintahan Sudan seperti Menteri Industri Ibrahim al-Sheikh, Menteri Informasi Hamza Baloul, dan penasehat media untuk Hamdok, Faisal Mohammed Saleh, seperti dikutip Associated Press.

Ratusan demonstran pro-demokrasi pun turun ke jalanan ibu kota memprotes penahanan para pejabat tersebut dengan membakar ban dan mobil.

Televisi negara mulai menyiarkan lagu-lagu patriotik.

Asosiasi Profesional Sudan, sebuah serikat pekerja berpengaruh, mengecam apa yang dinilai mereka "kudeta militer" dan mendesak para demonstran "melawan dengan keras".

Kudeta ini terjadi dua hari setelah sejumlah faksi di Sudan menyerukan transfer kekuasaan kepada pemerintah sipil dan memperingatkan ancaman kudeta.

Perebuatan kekuasaan oleh militer ini juga terjadi sebulan setelah pemerintah Sudan mengklaim berhasil menggagalkan upaya kudeta "pihak tertentu".

Salah satu sumber pemerintah mengatakan sekelompok orang berusaha mengambil alih gedung media pemerintah. Namun, katanya, "Mereka gagal."



(pwn/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER