AS Beri ASEAN Bantuan Rp1,4 Triliun Tangani Perubahan Iklim

pwn | CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 00:30 WIB
AS merupakan satu dari 35 negara kaya yang berkomitmen memberikan bantuan senilai Rp1.432 triliun kepada negara berkembang untuk perubahan iklim. Menlu Retno Marsudi dan Presiden Jokowi saat menghadiri KTT ASEAN. (Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan Amerika Serikat berkomitmen memberikan bantuan senilai US$102 juta (Rp1,44 triliun) untuk negara ASEAN dalam menangani perubahan iklim.

Pernyataan itu disampaikan Retno usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan AS secara virtual pada Rabu (27/10).

"Perluasan kerja sama dengan ASEAN, khususnya isu perubahan iklim dan mengumumkan dukungan senilai USD102 juta (setara Rp1,44 triliun) untuk inisiatif baru," kata Retno dalam jumpa pers virtual melalui YouTube.


Bantuan penanganan perubahan iklim itu digelontorkan AS menjelang konferensi perubahan iklim COP26 di Glasgow, Inggris, pada 31 Oktober sampai 12 November mendatang.

Amerika Serikat merupakan salah satu dari 35 negara kaya yang menjanjikan pemberian dana senilai US$100 miliar (Rp1.432 triliun) kepada negara berkembang. Pemberian dana ini digunakan untuk membantu negara-negara tersebut mengatasi masalah perubahan iklim terutama soal pengurangan emisi karbon dan kebijakan ekonomi berkelanjutan.

"Uang 100 miliar dolar sangat penting untuk mengkatalisasi aliran keuangan yang jauh lebih besar," kata Direktur Eksekutif Dana Iklim Hijau (GCF) Yannick Glemarec dalam sebuah wawancara dari kantor pusatnya di Korea Selatan seperti dikutip Reuters.

Glemarec mengatakan pembiayaan iklim untuk negara rentan berada di bawah US$ 80 miliar (setara Rp1.100 triliun) pada 2019. Ia menilai tindakan itu mengecewakan dan dapat merusak pembicaraan COP26.

"Sangat sulit untuk memercayai pihak-pihak ketika kami telah memberitahu Anda sejak COP15 Copenhagen (2009) bahwa kami akan memobilisasi $100 miliar," kata Glemarec.

"Jadi sangat penting untuk memenuhi komitmen ini," paparnya menambahkan.

Tak hanya bersama AS, ASEAN juga melakukan pertemuan tinggi bersama Korea Selatan. Dalam konferensi tadi, Korsel dan ASEAN sepakat mengusulkan pengakuan sertifikat vaksinasi antara masing-masing negara.

"Dalam isu ekonomi, Korea berpandangan pentingnya untuk memfasilitasi interaksi antar masyarakat sehingga aman melalui travel bubble dan saling pengakuan terhadap sertifikat vaksin antar kedua pihak," ujar Retno lagi.

(pwn/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER