Taliban Akan Izinkan Perempuan Afghanistan Kuliah

CNN Indonesia
Senin, 29 Nov 2021 05:45 WIB
Meskipun membuka ruang perempuan berkuliah, Taliban melarang percampuran kelas antara perempuan dan laki-laki dalam perkuliahan di Afghanistan. Meskipun membuka ruang perempuan berkuliah, Taliban melarang percampuran kelas antara perempuan dan laki-laki dalam perkuliahan di Afghanistan. (REUTERS/ZOHRA BENSEMRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Taliban akan mengizinkan perempuan di Afghanistan untuk berkuliah. Walaupun demikian, pencampuran kelas antara perempuan dan laki-laki dalam perkuliahan akan dilarang.

"Warga Afghanistan akan melanjutkan pendidikan tinggi mereka di bawah hukum syariah dengan aman tanpa berada dalam lingkungan campuran antara perempuan dan laki-laki," kata Menteri Pendidikan Tinggi Taliban, Abdul Baqi Haqqani, Minggu (28/11), dikutip dari AFP.

Haqqani mengungkapkan informasi ini kala pertemuan dengan para tetua, yang dikenal sebagai Loya Jirga.


Tak hanya itu, Haqqani menyampaikan Taliban ingin menciptakan kurikulum yang sesuai dengan nilai Islam yang mereka pegang, pun juga sesuai dengan nilai nasional dan historis Afghanistan. Ia juga menyatakan Taliban ingin membuat kurikulum pendidikan yang dapat bersaing dengan negara lain.

Keterlibatan Perempuan

Walaupun demikian, tidak ada perwakilan perempuan yang datang dalam pertemuan yang diadakan di Kabul pada Minggu (28/11).

"Kementerian pendidikan tinggi Taliban hanya berkonsultasi dengan guru dan siswa laki-laki dalam menjalankan universitas," kata seorang dosen perempuan yang bekerja di Universitas Afghanistan pada pemerintahan sebelumnya.

Ia juga mengatakan tindakan itu menunjukkan 'pencegahan sistematis partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan' dan 'kesenjangan antara komitmen dan tindakan Taliban'.

Sebelumnya, rektor Universitas Kabul pilihan Taliban sempat melarang perempuan melanjutkan studi atau mengajar di sekolah itu.

"Wahai warga semua, saya berikan janji saya sebagai rektor Universitas Kabul: selama lingkungan Islami yang nyata tidak tersedia bagi semua orang, perempuan tidak akan diizinkan untuk datang ke universitas atau bekerja. Islam prioritas utama," kata Ashraf Ghairat akhir September lalu.

Sebagai informasi, Taliban sudah menguasai Afghanistan lebih dari 100 hari. Namun, kaum perempuan di negara itu semakin terpinggirkan kala kelompok ini berkuasa.

Belum lama ini, Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan melarang stasiun televisi negara menayangkan drama dan sinetron yang menampilkan aktor perempuan. Selain itu, Taliban tidak memasukkan perwakilan perempuan dalam jajaran kabinet pemerintahan mereka.

Taliban juga hanya mengizinkan perempuan melakukan beberapa pekerjaan, salah satunya membersihkan toilet di pasar.

(pwn/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER