China Tutup Dua RS Manajemen Buruk Tangani Pandemi

CNN Indonesia
Jumat, 14 Jan 2022 16:49 WIB
Kota Xi'an menutup dua rumah sakit mereka akibat tersandung kasus manajemen pandemi Covid-19 yang dinillai buruk. Situasi lockdown di Kota Xi'an China. (AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kota Xi'an, China, menutup dua rumah sakit mereka akibat tersandung kasus manajemen pandemi Covid-19 yang dinillai buruk. Di rumah sakit itu, penerapan regulasi yang sangat ketat menyebabkan beberapa nyawa melayang.

Kedua rumah sakit yang ditutup adalah RS Xi'an Gaoxin dan RS Xi'an International Medical Centre. Mereka akan ditutup selama tiga bulan untuk menjalani proses perbaikan.

"Mereka memiliki rasa tanggung jawab yang lemah dan gagal melaksanakan tugas mereka untuk menyelamatkan nyawa," kata Komisi Kesehatan Xi'an dalam sebuah pernyataan, Kamis (13/1), dikutip dari The Straits Times.


Badan ini juga menilai kedua rumah sakit memiliki manajemen yang jelek. Kekurangan ini menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan pasien kritis, menarik perhatian publik, dan membawa dampak sosial negatif.

Di RS Xi'an Gaoxin, seorang perempuan mengalami keguguran pada awal bulan ini. Perempuan tersebut ditolak masuk rumah sakit karena tak memiliki hasil tes Covid-19 yang valid.

Di RS Xi'an International Medical Centre, seorang ayah dari salah satu warga Xi'an meninggal karena keterlambatan penanganan kasus serangan jantung. Ayah warga ini sempat ditolak masuk ke rumah sakit itu karena tinggal di wilayah 'risiko sedang.'

Pada Kamis (13/1), diskusi terkait penutupan kedua rumah sakit ini menjadi trending No.1 di Weibo, media sosial China yang mirip seperti Twitter. Beberapa pengguna tak setuju dengan keputusan pemerintah ini.

"Secara pribadi, saya berpikir ini bukan ide yang benar," tutur pengguna bernama Stephanie-22.

"Rumah sakit memang telah melakukan kesalahan, tetapi akses medis yang diberikan saat ini sangat ketat, jika beberapa rumah sakit ditutup, dimana pasien bisa mendapatkan perawatan dan dimana dokter bisa bekerja?" ujarnya lagi.

Di sisi lain, mantan pemimpin redaksi surat kabar Global Times, Hu Xijin, mengatakan dalam WeChat hukuman ini 'terlalu berlebihan.'

"Bahkan jika pembenaran seperti ini diperlukan, tidakkah mereka perlu menunggu sampai wabah berakhir dan kondisi Xi'an kembali normal?" tutur Hu.

"Apa alasan melakukan hukuman berat seperti ini sekarang?" katanya lagi.

Wakil Perdana Menteri China, Sun Chunlan mengatakan, fasilitas kesehatan di dunia tidak boleh menolak pasien dengan alasan apapun. Ia juga mengingatkan rumah sakit untuk menerima pasien dengan kondisi parah, terlepas dari hasil tes Covid-19 mereka.

Xi'an menjadi salah satu kota di China yang mengalami penguncian (lockdown) akibat lonjakan kasus Covid. Akibat lockdown ini, beberapa warga mengeluhkan mereka tak bisa keluar rumah meski ingin membeli makan.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER